Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu Selatan · 18 Okt 2024 18:16 WITA ·

Pembinaan Kemandirian WBP : Pengolahan Kopi Bubuk Adirejo Lapas Curup


Pembinaan Kemandirian WBP : Pengolahan Kopi Bubuk Adirejo Lapas Curup Perbesar

Curup,Sulutnews.com Kopi menjadi salah satu komoditas khas yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Rejang Lebong. Produksi Kopi robusta menjadi yang utama dari jenis kopi lainnya, karena memang sangat cocok dengan jenis tanah yang ada di Bumi Rafflesia ini.

Salah satu jenis kopi andalannya yaitu Robusta sangat digemari oleh para penikmat kopi. Komoditi potensial tersebut juga dilirik oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup sebagai sarana pengembangan kemandirian para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Ya, berlabel Kopi Adirejo, Lapas Kelas IIA Curup mulai mengolah kopi bubuk kemasan hasil karya WBP ini kepada Sesama WBP, Petugas, dan masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Ronaldo Devinci Talesa (18/10/2024) mengungkapkan, sebelumnya para WBP memang dilatih keterampilan pengolahan biji kopi menjadi bubuk dan pengemasan oleh Instruktur dari mitra keja dari PKBM (Pusat Kegiatan Belajar masyarakat) Kabupaten Rejang Lebong.

Sebagai salah satu program pembinaan kemandirian, pengolahan Kopi Adirejo tentunya efektif meningkatkan kemampuan dan pengalaman para WBP.

Namun diakui Ronaldo ada beberapa kendala yang ditemui dalam mengembangkan Kopi Adirejo. Tingginya harga bahan baku biji kopi dan situasi ekonomi nasional serta global tak pelak menyebabkan permintaan Kopi  menurun.

Ditambah lagi, menjamurnya pengusaha barista kopi bubuk juga menjadi tantangan tersendiri di tengah iklim pasar yang kurang bersahabat. Oleh sebab itu, ia berpendapat perlu ada pelatihan lanjutan untuk menjaga kualitas cita rasa.

“Dalam hal ini, menurut saya harus ada kegiatan pelatihan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan WBP atau petugas dalam melaksanakan produksi Kopi Adirejo. Misalnya mencoba melakukan diversifikasi bahan baku kopi dari berbagai daerah untuk menambah varian produk. Tapi sayangnya saat ini kami belum menemukan mitra dalam mencari bahan baku. Selama ini pembuatan produk masih dikelola secara mandiri,” ujarnya.

Melalui Kopi Adirejo, Ronaldo berharap pembinaan kemandirian ini terus dikembangkan karena bermanfaat untuk mengasah keterampilan dan dapat menjadi modal bagi WBP saat kembali ke masyarakat nantinya. Terlebih trend minum kopi dan penjualannya sangat diminati saat ini. (Dinaro)

Artikel ini telah dibaca 1,170 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

TOPAN-RI Surati Kapolres, Minta Rencana Pasar Malam Kedurang Dikaji

27 Agustus 2026 - 18:28 WITA

Kadis Dikbud B/S Ucapkan Trimakasih Terhadap Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah Atas Bantuan Buku Yang Diterima

27 Agustus 2026 - 16:45 WITA

Polres Bengkulu Selatan Gelar Tatap Muka Bersama Insan Pers Menjalin Sinerji Dalam Penyajian Informasi Terhadap Masyarakat

26 Agustus 2026 - 21:24 WITA

Komisi II DPRD Bengkulu Selatan Kawal Sanksi Tegas Pencemaran Sungai Air Selali

26 Agustus 2026 - 19:19 WITA

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan Bersama Pemerintah Terkait Penyusunan Anggaran Perubahan Tahun 2026

26 Agustus 2026 - 17:07 WITA

Pemerintah Desa Banding Kecamatan Seginim Berhasil Memediasi Warga Yang Bersengketa

26 Agustus 2026 - 16:48 WITA

Trending di Bengkulu Selatan