
Bolmut, Sulutnews.com – Istri mantan Presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Sinta Nuriyah menghadiri kunjungan Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal, pada hari Kamis kemarin (05/09/2024).
Sinta Nuriyah datang bersama putrinya yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid.
Istri Gus Dur bersama putrinya Yenny Wahid kompak mengenakan kebaya khas Betawi, lengkap dengan kain dan hijab.
Yenny Wahid terlihat mengenakan kebaya berwarna merah, dengan kerudung putih. Sementara Sinta Nuriyah menggunakan kebaya dan kerudung berwarna putih, tapi dilengkapi dengan sebuah pita kecil berwarna merah pada dada kanannya.
Seperti diketahui, Sinta Nuriyah menjadi salah satu tokoh agama di Indonesia. Sehingga hal ini memicu reaksi dari warganet yang melihat indahnya keberagaman di Tanah Air ketika petinggi dari agama lain hadir dan cukup dihormati.

Seperti diketahui, kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia untuk menyampaikan pesan kedamaian dan mempromosikan keberagaman agama di Tanah Air. Mengingat ia melihat masyarakat Indonesia bisa hidup rukun dengan berbagai pemeluk agama.
Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menilai kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024 sangat penting. Mengingat saat ini situasi dunia yang penuh masalah dan konflik.
Ia menyebut, situasi yang terjadi hari ini tidak umum. Karena dunia yang dulunya cenderung aman-aman saja tetapi tiba-tiba begitu banyak gejolak.
Karena itu, Yenny menegaskan, dunia membutuhkan sosok pemimpin yang berbela rasa demi kemanusiaan untuk menjadi teladan.
“Dunia saat ini memerlukan sosok seperti Paus Fransiskus,” ucap Direktur Wahid Institute itu.
Yenny menyebut Paus Fransiskus sebagai sosok yang istimewa. Hal itu bukan karena Paus sebagai pemimpin Takhta Suci Vatikan, melainkan juga sosok yang lekat dengan semangat berbela rasa penuh kehangatan.
Dalam menghadapi tantangan dunia tersebut diperlukan sosok-sosok pemimpin yang bisa beranjak ke luar dari identitas dirinya. Serta mau berjuang untuk kemanusiaan.
“Saya pernah bersalaman langsung pada tujuh tahun lalu, kesan saya Paus Fransiskus adalah sosok yang hangat. Kehangatan itu terpancar sebagai orang yang inspiratif dan karismatik,” ujarnya.
“Bagi saya pribadi, ini adalah sosok yang sangat menginspirasi dan saya tidak sungkan mengatakan bahwa bukan cuma umat Katolik yang mencintai Paus. Tapi saya juga umat Islam mencintai karena beliau mencintai semua umat manusia,” ucap Yenny. ***







