Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bolmut · 9 Sep 2024 14:01 WITA ·

Istri Gus Dur Hadiri Kunjungan Paus Fransiskus ke Istiqlal


Istri Gus Dur Hadiri Kunjungan Paus Fransiskus ke Istiqlal Perbesar


Bolmut, Sulutnews.com – Istri mantan Presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Sinta Nuriyah menghadiri kunjungan Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal, pada hari Kamis kemarin (05/09/2024).

Sinta Nuriyah datang bersama putrinya yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid.

Istri Gus Dur bersama putrinya Yenny Wahid kompak mengenakan kebaya khas Betawi, lengkap dengan kain dan hijab.

Yenny Wahid terlihat mengenakan kebaya berwarna merah, dengan kerudung putih. Sementara Sinta Nuriyah menggunakan kebaya dan kerudung berwarna putih, tapi dilengkapi dengan sebuah pita kecil berwarna merah pada dada kanannya.

Seperti diketahui, Sinta Nuriyah menjadi salah satu tokoh agama di Indonesia. Sehingga hal ini memicu reaksi dari warganet yang melihat indahnya keberagaman di Tanah Air ketika petinggi dari agama lain hadir dan cukup dihormati.

Seperti diketahui, kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia untuk menyampaikan pesan kedamaian dan mempromosikan keberagaman agama di Tanah Air. Mengingat ia melihat masyarakat Indonesia bisa hidup rukun dengan berbagai pemeluk agama.

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menilai kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024 sangat penting. Mengingat saat ini situasi dunia yang penuh masalah dan konflik.

Ia menyebut, situasi yang terjadi hari ini  tidak umum. Karena dunia yang dulunya cenderung aman-aman saja tetapi tiba-tiba begitu banyak gejolak. 

Karena itu, Yenny menegaskan, dunia membutuhkan sosok pemimpin yang berbela rasa demi kemanusiaan untuk menjadi teladan.

“Dunia saat ini memerlukan sosok seperti Paus Fransiskus,” ucap Direktur Wahid Institute itu.
Yenny menyebut Paus Fransiskus sebagai sosok yang istimewa. Hal itu bukan karena Paus sebagai pemimpin Takhta Suci Vatikan, melainkan juga sosok yang lekat dengan semangat berbela rasa penuh kehangatan.

Dalam menghadapi tantangan dunia tersebut diperlukan sosok-sosok pemimpin yang bisa beranjak ke luar dari identitas dirinya. Serta mau berjuang untuk kemanusiaan.

“Saya pernah bersalaman langsung pada tujuh tahun lalu, kesan saya Paus Fransiskus adalah sosok yang hangat. Kehangatan itu terpancar sebagai orang yang inspiratif dan karismatik,” ujarnya.

“Bagi saya pribadi, ini adalah sosok yang sangat menginspirasi dan saya tidak sungkan mengatakan bahwa bukan cuma umat Katolik yang mencintai Paus. Tapi saya juga umat Islam mencintai karena beliau mencintai semua umat manusia,” ucap Yenny. ***

Artikel ini telah dibaca 1,636 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Target Revisi UU Pemilu Rampung April 2027

24 April 2026 - 10:55 WITA

Bupati Sirajudin Lasena Dorong Literasi Digital Lewat World Book Day 2026 di Bintauna

23 April 2026 - 12:27 WITA

Bupati Sirajudin Lasena Ajak Warga Gunakan QRIS Bayar PBB-P2 2026

22 April 2026 - 13:41 WITA

Bus DAMRI Hingga Saat Ini  Masih Melayani Penumpang Hingga ke Bolaang Mongondow Utara

21 April 2026 - 17:45 WITA

Penutupan Pendidikan & Pelatihan BCKS Telah Berakhir Siap Menjadi Calon Kepala Sekolah Berkompeten

17 April 2026 - 17:00 WITA

Ketua Partai Gerindra Bolmong Utara Reba Ponto Berduka, Isterinya Meninggal Dunia

16 April 2026 - 20:19 WITA

Trending di Bolmut