
Bolmut, Sulutnews.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius dan dapat mengancam nyawa masyarakat. Penyakit DBD sendiri adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk aedes Aegypti yang sangat identik dengan musim hujan di daerah tropis atau subtropis. Senin (12/08/2024).
Menurut Kabid Pencegahan & Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kab. Bolaang Mongondow Utara dr. Winny M Sowikromo melalui Kasie Analis Penyakit Menular Sri Mariaty Buhang, S. Kep menyampaikan tingginya jumlah pasien demam berdarah di beberapa kecamatan, hal ini dikarenakan genangan air yang ada pada lubang atau barang-barang bekas akibat hujan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan berbagai pencegahan yang dapat menghambat atau menghentikan perkembang biakan nyamuk di sekitar lingkungan kita, ungkapnya.
Kita dalam tim koordinasi lintas satuan perangkat daerah telah melaksanakan Surat Edaran Bupati Bolmong Utara Sirajudin Lasena Nomor 125 Tahun 2024, tertanggal 18 Januari 2024, tentang Himbauan Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah salah satu cara pencegahan DBD yang dilakukan secara gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar kita agar lingkungan bersih dan nyamuk tidak dapat berkembang biak.
“Jika data yang kita himpun dari pasien deman berdarah dari 6 kecamatan, di Kec. Kaidipang Desa Boroko Timur masih tinggi, termasuk Desa Bigo karena genangan air terlihat dimana-mana, drainase trans sulawesi belum dibangun, dampaknya rumah penduduk terendam banjir.
Banyak masyarakat mempertanyakan mengapa tidak dilakukan fogging, atau pengasapan, adalah tindakan penyemprotan asap atau kabut yang mengandung insektisida ke udara untuk membunuh nyamuk dewasa.
Fogging merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, fogging hanya efektif dalam membunuh nyamuk dewasa, tidak untuk larva, telur, ataupun jentik nyamuk. Oleh karena itu, upaya lain untuk mencegah merebaknya DBD, seperti PSN 3M PLUS, tetap harus dilakukan.
Menurut dr. Winny M SowIkromo menjelang Hari Kemerdekaan 2024, mari kita melakukan gerakan sosial gotong royong di 106 desa 1 kelurahan seluruh kecamatan se Bolmong Utara.
Upaya terbaik yang dapat kita lakukan yaitu melakukan upaya pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M plus :
1. Menguras dan Membersihkan tempat tempat penampungan air secara rutin.
2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air
3. Mendaur ulang/memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan.

Plus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk :
1. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
2. Menggunakan Obat Anti Nyamuk.
3. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.
4. Gotong royong membersihkan lingkungan.
5. Periksa tempat-tempat penampungan air.
6. Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup.
7. Memberikan Lavasida pada penampungan air yang sudah dikuras.
8. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
9. Menanam tanaman pengusir nyamuk.
“Penyakit DBD ini dapat menyerang siapa saja dari berbagai usia dan dapat berujung fatal bila tidak tertangani dengan tepat. Oleh karena itu, begitu merasakan gejala awal DBD segera periksakan diri ke Dokter agar dapat ditangani segera dengan cepat dan tepat,” ujar dr. Winny
Mari lakukan upaya pencegahan bersama dengan senantiasa menjaga lingkungan sekitar kita.
Salam Sehat !
Penulis Gandhi Goma (GG).





