Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu · 10 Jun 2024 23:01 WITA ·

Longsor Talang Ratu Kembali Terulang, BPBD Provinsi Bengkulu Beberkan Skema Penanganan


Longsor Talang Ratu Kembali Terulang, BPBD Provinsi Bengkulu Beberkan Skema Penanganan Perbesar

Sulutnews.com, Bengkulu – Musibah tanah longsor kembali terjadi di desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong pada Minggu 9/6 lalu. Longsor yang terjadi di desa Talang Ratu ini merupakan longsor susulan yang terjadi ketiga kalinya dalam beberapa bulan belakang.

Longsor yang terjadi di desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang tersebut mengakibatkan jalan lintas Lebong – Rejang Lebong sempat terputus beberapa jam.

Kepala pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini sudah menangani longsor di desa Talang Ratu kecamatan Rimbo Pengadang sejak musibah terjadi Minggu (9/6) lalu.

“Kemarin ada longsor di tebing Talang Ratu sudah ditangani jadi longsornya itu memang tanah yang dibuat hole itu alat berat kita sudah stay. Kemudian, ada tanah yang turun memang penanganan darurat diperlukan, kalau penanganan permanen masih menunggu masih dalam proses pengusulan anggaran di APBDP 2024 mendatang,” kata Herwan Antoni.

Dalam keterangannya, Herwan Antoni saat ini sudah melakukan proses pengusulan penanganan permanen longsor di Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong melalui anggaran APBDP 2024.

Hal ini menurut Herwan, perlunya penanganan permanen terhadap longsor Lebong dikarenakan kondisi tanah di Lebong yang lembut dan diperlukan pemasangan pelapis tebing permanen serta bronjong di sisi tebing dekat sungai.

“Iya itu karena memang tekstur tanahnya lembut, kalau hujan berpengaruh pada titik-titik yang lokasi sudah dikikis. Kita sudah rencanakan beberapa titik pemasangan (bronjong) itu harus ada pemasangan karena kan berbatasan dengan sungai kemudian pelapis tebing harus àda ini yang sekarang kita sedang dalam proses penanganan permanen,” tutup Herwan Antoni. Tanto.G]

Artikel ini telah dibaca 1,551 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PKK dan DWP Bengkulu Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Lima Lokasi

20 Agustus 2026 - 23:45 WITA

Pemprov Bengkulu Dorong PWI Perkuat Profesionalisme dan Soliditas Wartawan

18 Juli 2026 - 21:52 WITA

AMJ Kawal Kasus Intimidasi 8 Wartawan yang Dikurung 30 Menit oleh Oknum Pejabat di Kepahiang

1 Mei 2026 - 02:00 WITA

Viral! Wartawan Kepahiang Dikurung 30 Menit Saat Konfirmasi Kasus

1 Mei 2026 - 01:53 WITA

Gubernur Helmi Hasan Tamba Kuota BSPS, Bengkulu Raih 1.299 Unit Rumah Layak Huni

6 April 2026 - 22:49 WITA

Korwil Media Sulawesi Sampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 - 15:14 WITA

Trending di Bengkulu