Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Minsel · 30 Mei 2024 19:36 WITA ·

Kepala Bappelitbangda Minsel Brando Tampemawa : Terjadinya Fluktuasi Balita Stunting Ada Kasus Baru Dibawa Ke Posyandu Untuk Diukur dan Ditimbang


Foto : Kepala Bappelitbangda Minsel Brando Tampemawa Perbesar

Foto : Kepala Bappelitbangda Minsel Brando Tampemawa

Minsel,Sulutnews.com – Kenaikan stunting di Kabupaten Minahasa Selatan disebabkan karena terjadinya fluktuasi balita stunting, antara lain adanya kasus baru dimana terjadi tren yang positif peningkatan partisipasi orang tua yang membawa balita ke Posyandu untuk diukur dan diitimbang, yang mencapai 90 % dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bappelitbangda Kab. Minsel Brando Tampemawa, SH. MH., menyampaikan bahwa balita-balita stunting yang pada tahun sebelumnya belum teridentifikasi karena belum dibawa ke Posyandu, setelah pada tahun 2023 dibawa ke posyandu sehingga baru teridentifikasi balita stunting.

lebih lanjut disampaikan Penanganan stunting sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Thn 2021 ttg Percepatan Penurunan Stunting, harus dilakukan secara konvergensi atau “baku malendong”. Tanggung jawab ini bukan hanya dipikul oleh Pemerintah saja tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat, harus turut serta mengemban tugas ini.

Pemkab Minahasa Selatan telah melakukan upaya-upaya nyata dalam rangka percepatan penurunan stunting, seperti pembuatan Kebijakan-Kebijakan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Dalam Penanganan Stunting, antara lain seperti Peraturan Bupati, SK Bupati dan Instruksi Bupati, kampanye pemberian obat tambah darah bagi remaja, pengadaan alat timbangan antropometri di semua posyandu di 167 desa, pengadaan tenaga gizi yg terlatih, kegiatan BAAS Forkompimda dan seluruh  Kepala Perangkat Daerah, serta dengan Perusahaan-perusahaan melalui program  CSR, penguatan dana dan pelayanan Posyandu melalui dana desa seperti makanan pendamping ASI yang berkualitas, inovasi-inovasi penanganan stunting antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting, Gerakan Lawan Stunting Untuk Hasilkan Generasi Hebat (Gerakan Laskar Hebat), serta inovasi oleh puskesmas-puskesmas.

Semua upaya-upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, peran pemerintahan daerah (Pemkab dan DPRD) menjadi penting dalam merencanakan dan menganggarkan untuk mendukung proses Penanganan stunting. Kita harus kompak untuk menangani stunting ini. Mari jadikan stunting sebagai musuh kita bersama.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,034 kali

Baca Lainnya

Reses di Minsel MEP Bertemu Warga dan Siswa SMK

5 Agustus 2026 - 22:31 WITA

Hukum Tua Desa Tumpaan Felma Lumempouw: Pengucapan Syukur Kabupaten Minahasa Selatan Berlangsung Dengan Aman

12 Juli 2026 - 23:41 WITA

PWI Minsel Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Wartawan Kini Dapat Perlindungan Sosial 

9 Juli 2026 - 19:11 WITA

Wakil Walikota Tomohon Sendy Rumajar Hadiri Ibadah Syukur HUT Ke-195 Perkabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM

12 Juni 2026 - 18:42 WITA

Polres Minsel Gelar Sidak Penyaluran BBM Bersubsidi di Tiga SPBU

6 Juni 2026 - 21:47 WITA

SD Inpres Amurang Gelar Acara Penamatan Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025-2026

6 Juni 2026 - 11:40 WITA

Trending di Minsel