Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bolmut · 28 Apr 2024 16:25 WITA ·

Bulog Siap Antisipasi Anjloknya Harga Jagung


Bulog Siap Antisipasi Anjloknya Harga Jagung Perbesar


Bolmut, Sulutnews.com – Presiden RI Joko Widodo menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog), perihal penyerapan hasil panen petani hingga komoditas jagung.

Dilansir dari rri.co.id, Presiden Jokowi berharap produksi jagung terus mengalami peningkatan dan dibarengi dengan harga yang meningkat. Sehingga dengan tegas Presiden, Pemerintah harus melakukan pembelian melalui Bulog.

Kita diharapkan dua-duanya, produksinya naik tetapi juga harganya meningkat. Pemerintah harus melakukan pembelian melalui Bulog,” kata Presiden, kepada rri.co.id, Rabu (24/04/ 2024).

Perum Bulog menjadi lembaga yang mendapat tugas pemerintah menjaga ke-tersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan di tingkat konsumen dan produsen. Salah satunya komoditas jagung. Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2016.

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi membeberkan sejumlah kendala ditemui dalam menyerap jagung hasil panen petani.

Menurut Bayu, kadar air jagung milik petani rata-rata masih terlalu tinggi, sehingga tidak memenuhi standar yang ditentukan bulog. Adapun Bulog menetapkan kadar air jagung pipil sebesar 15% dengan harga pembelian Rp4.200 per kilogram.

“Kemarin itu ada beberapa case yang ditemui oleh Bulog adalah ternyata masih basah, kadar airnya 30%. Kenapa? Karena jagungnya baru panen,” ujar Bayu di Kementerian BUMN, Senin (18/03/2024).

Dilansir dari Batampos.co.id, Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita mengatakan, sesuai regulasi tersebut, Perum Bulog mendapat tugas mengelola cadangan pangan pemerintah, termasuk ketersediaan jagung.

“Memang kalau kita lihat Pajale itu harusnya mulai dari impornya, penyimpanan, dan pengolahan cadangan harusnya ada di Bulog. Tapi kenyataannya, yang terlaksana sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2016 baru beras,” jelasnya dalam webinar Forwatan.

Atas dasar itu berharap, ke depan dengan kehadiran Badan Pangan Nasional (BPN) hal-hal berkaitan dengan penugasan pangan krusial kembali dipegang Bulog. Barometernya, terjadi stabilisasi harga di petani, tidak harga jatuh, tercukupinya stok nasional, dan ketersediaan pa-ngan di seluruh negeri.

Jika melihat fasilitas yang dimiliki Bulog, Febby menegaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai infrastruktur, termasuk 1.600 gudang miliki Bulog yang berada di seluruh Indonesia.

Bahkan kini Bulog telah memulai proses pembangunan unit Corn Drying Center (CDC) dan silo di beberapa lokasi sentra produksi jagung sebagai tempat penyimpanan.

Ada enam lokasi yakni, Gorontalo, Grobogan, Wonogiri, Tuban, Dompu (NTB), dan Lampung. Untuk di Gorontalo dan Grobogan, total kapasitasnya 9 ribu ton.

Sedangkan di Wonogiri, Dompu, dan Lampung sebanyak 6 ribu ton. Paling besar di Tuban sebanyak 30 ribu ton dengan 10 unit silo.

“Ini sebenarnya persiapan kami untuk nanti kalau Bulog ditugaskan menyimpang cadangan jagung. Jadi kita sudah punya infrastrukturnya,” ujarnya.

Untuk CDC yang berada di Dompu dan Bolaang Mangondow (Gorontalo) saat ini sudah hampir 50% selesai. Di lokasi tersebut masing-masing mempunyai tiga silo dengan kapasitas per unit 3.000 per ton.

Dengan demikian total kapasitas silonya sebanyak 18 ribu ton. Sedangkan kapasitas dryernya 90 ton/unit/hari.

“Kalau sudah siap seharusnya pemerintah bisa memberikan penugasan untuk regulasi penyimpanan jagung, sehingga pada bulan-bulan tertentu tidak akan kebingungan lagi untuk penyimpanan. Kalau harga naik kami langsung bisa gelontorkan dengan operasi pasar,” sambungnya.

Sementara itu, Indra Rochmadi, Koordinator Jagung dan Serealia Lain, Ditjen Tanaman Pangan Kementan mengatakan, Kementerian Pertanian telah menyusun peta jalan 2020-2024.

Pada 2020, produksi jagung dengan kadar air 25 persen sebanyak 22,92 juta ton pipilan kering, 2021 (23 juta ton), 2022 (23,1 juta ton), tahun 2023 (30 juta ton), dan 2024 sebanyak 35,3 juta ton.
Indra mengatakan, luas tanam jagung yang harus dicapai pada 2022 sekitar 4,265,068 juta dengan luas panen 4.117.497 hektare (Ha) dan produksi 23,103,448 ton.

Untuk mencapai target produksi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan jagung hibrida, kemudian budi daya jagung wilayah khusus, pengembangan jagung pangan serta di kawasan sentra produksi pangan/ food estate.

Indra mengakui, potensi peningkatan produksi jagung dalam negeri cukup besar. Misalnya, dengan memanfaatkan lahan kering yang belum optimal.

Saat ini baru dimanfaatkan 19 persen. Selain itu, agroklimat Indonesia sesuai untuk budi daya jagung.

“Teknologi dan inovasi jagung juga sudah cukup banyak,” ujarnya.

Pemerintah kata Indra juga telah menyiapkan strategi pengembangan jagung.

Pertama, melalui perluasan areal tanam (ekstensifikasi). Misalnya dengan pembukaan areal tanam baru (PATB). Pengembangan jagung wilayah khusus bekerja sama dengan Perhutani, Inhutani, BUMN, Perusahaan Perkebunan, Perusahaan Pakan ternak, Lembaga pemerintah, Lembaga non pemerintah dan lainnya.

Kedua, peningkatan intensifikasi. Diantaranya dengan penggunaan benih produktivitas tinggi, penggunaan pupuk berimbang, meningkatkan pemanfaatan lahan/peningkatan IP lahan.

“Dengan terbatasnya anggaran, kami juga mendorong petani untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat melalui korporasi petani,” pungkasnya.

Dengan adanya penyerapan jagung oleh pemerintah dalam hal ini Bulog diharapkan petani bisa mendapatkan harga jual yang wajar minimal sesuai dengan harga acuan pembelian jagung yang ditetapkan pemerintah.

Sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia No 5 Tahun 2022 tentang harga acuan pembelian jagung di tingkat produsen yaitu sebesar Rp.4.200 per kg dengan Kadar Air maksimal 15 persen.

Bagaimana dengan di Jawa Timur? Ermin Tora sebagai Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim menyampaikan telah menyiapkan gudang Bulog harga Rp. 5.000,- per kg dari Gudang Bulog,” katanya.

Gandhi Goma (GG).

Artikel ini telah dibaca 1,151 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Ke 9 Safari Ramadhan 1447 H, Pemkab Bolmong Utara Pererat Silaturahmi Dengan Masyarakat Bintauna

28 Februari 2026 - 00:34 WITA

Berkah Ramadhan, Kapolres Bolmong Utara Berbagi Takjil di Jalur Trans Sulawesi

26 Februari 2026 - 19:47 WITA

Wabup Moh Aditya Pontoh Sangat Peduli Pemberdayaan UMKM

25 Februari 2026 - 20:17 WITA

Puasa 1 Ramadhan 1447 H Dimulai 19 Februari 2026

18 Februari 2026 - 00:24 WITA

Prosesi Adat Mopohabaru / Mopotau Menjelang Awal Puasa Ramdhan 1447 H Bolmong Utara

14 Februari 2026 - 17:47 WITA

Lokasi Pembangunan Tambak Udang Vaname Di Biontong Ditinjau Lansung Direktur KKP Bappenas

13 Februari 2026 - 21:53 WITA

Trending di Bolmut