Manado,Sulutnews.com – Komisi Nasional Anti Kekerasan Pada Perempuan menyelenggarakan pertemuan dengan pemuda, pemerhati dan sejumlah media di Manado pada 18-21 September 2023.
“Media Masa, pemuda dan pemerhati memegang peran penting dalam menciptakan keamanan pada perempuan. Pertemuan ini juga dalam rangka peringatan 25 tahun ratifikasi Komnas Perempuan,” kata Ketua Advokasi Internasional Komnas Perempuan Rainy Maryke Hutabarat.
Kegiatan berlangsung di Hotel Best Westren The Lagoon di Jln Wolter Monginsidi Bahu, Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.
Dalam pertemuan itu dibahas bagaimana sikap menghadapi isue kesertaan perempuan pada Pemilu 2024, potensi kekerasan dan ill treatment dalam tahanan, kekerasan di daerah konflik, kekerasan kepada penyandang disibilitas, dan peran serta media dalam menciptakan keamanan dan kerahasiaan korban penyiksaan.
Pembahasan diikuti dengan “Dengar Keterangan Umum (DKU) di Wilayah Timur” menampilkan enam orang komisioner yang tergabung dalam Tim Kerjasama untuk Pencegahan Penyiksaan terdiri Lembaga HAM di Indonesia, masing-masing Putu Elvina dari Komnas HAM, Andy Yantryani dan Rainy Hutabarat dari Komnas Perempuan, Sylvana Apitulei dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jiwi Dyantoro dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan Kiki Tarigan dari Komisi Nasional Disabilitas (KND).
Ditambahkan Rainy Maryke Hutabarat, DKU diselenggarakan tidak hanya di Kota Manado Profinsi Sulawesi Utara, akan tetapi juga di Medan Profinsi Sumatra Utara, selanjutnya di Kuta Profinsi Bali dan DKI Jakarta. Hasil DKU dari Tim KuPP ini akan berupa peluncuran protokoler kegiatan pencegahan dan penanganan tindak kekerasan pada perempuan dan anak. (*/yuk)





