Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Religi · 19 Sep 2023 09:43 WITA ·

Kalimat ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’


Kalimat ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’ Perbesar

Jakarta, Sulutnews.com – Ada satu kalimat populer yang ada di lingkungan NU. Kalimat itu berbunyi ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’. Apa maksudnya ?

Dilansir dari detik.com “Soal ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’, Begini Penjelasan Rais Aam PBNU”

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar memberikan penjelasan mengenai kalimat tersebut. Ia mengatakan, kalimat itu bermakna seorang Nahdliyin sudah mantap atas prinsip, keyakinan, dan akidah tetapi mampu berperan penting di mana-mana.

Namun kenyataannya berbeda. pemahaman atas kalimat itu kini sudah menipis di kalangan NU sendiri.

“Tapi kenyataan dia di mana-mana dengan seluruh apa yang dia miliki. Bahkan semua perabot kekayaan NU di bawa ke mana-mana. Anehnya, dia tidak pernah pulang ke rumahnya karena di sana ada sesuatu yang nyaman dan menenangkan, kecuali kalau mereka sedang mengalami masalah, baru dia datang ke rumah,” ujar Kiai Miftah.

“Tidak seperti itu keinginan para muassis, tidak seperti itu yang dimaksudkan dengan NU ada di mana-mana tidak ke mana-mana,” lanjutnya dalam agenda Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2023 di Pesantren Al-Hamid, Cilangkap Jakarta Timur, Senin (18/09/2023).

Seharusnya, kalimat ‘NU Ada di Mana-Mana dan Tidak Ke Mana-Mana’ dimaknai untuk menguji nyali, bukan justru larut di tempat baru. Kiai Miftah sangat menyayangkan hal tersebut.

“Silakan anda ke mana-mana tapi untuk menguji nyali anda. Bukan larut di sana, bukan malah melebihi partai daripada anda yang masuk ke partai itu. Kita sudah dandan-dandan demikian, begitu ada di sana berubah 180 derajat. Yang dulu halal, malah halal lagi. Yang haram menjadi halal. Tidak ada yang haram, halal semua,” ucap Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya, Jawa Timur.
Redaktur : (**/Gandhi Goma).

Artikel ini telah dibaca 826 kali

Baca Lainnya

Tim Musik Gerejawi Nusantara LPPD Kota Tomohon Raih Juara I Dalam Pesparawi XIV Manokwari Papua Barat

29 Juni 2026 - 23:43 WITA

Umat Katholik Paroki Bunda Hati Kudus Kairagi Siapkan Perayaan Pesta Pelindung Paroki Dan HUT Ke-7 Tahun

27 Juni 2026 - 21:29 WITA

Warga Gereja Advent di Pulau Lembeh Senang Inovasi ‘YSK-V’ Yang Disajikan Rawung

27 Juni 2026 - 21:01 WITA

GKPI-USA Berbagi Kasih Salurkan Bantuan di Panti Asuhan Tondano dan Tomohon

17 Juni 2026 - 15:44 WITA

Peran Perempuan Dalam PI dan PK GMIM Hinga di HUT Ke-195 Sangat Besar, Sudah Saatnya Dorong Ketua BPMS GMIM Dari Perempuan

15 Juni 2026 - 23:58 WITA

Bangkitkan Kualitas Pendidikan GMIM Dilakukan FGD di BPMP Dihadiri Sejumlah Pakar Pendidikan

15 Juni 2026 - 23:29 WITA

Trending di Manado