Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Internasional · 22 Okt 2026 18:29 WITA ·

Perkuat P4GN di Sekolah, 25 Guru di Rote Ndao Diajak Perangi Narkoba


Perkuat P4GN di Sekolah, 25 Guru di Rote Ndao Diajak Perangi Narkoba Perbesar

Keterangan Foto: Ricki Ndolu,S.Kom saat membawakan materi Literasi Digital di hadapan peserta dalam kegiatan sosialisasi, Kamis (22/10/2026). Materi ini mengajak peserta memanfaatkan teknologi digital secara bijak, cerdas, dan bertanggung jawab.

Reporter : Dance Henukh

Rote Ndao. Sulutnews.com – Upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus diperkuat melalui lingkungan pendidikan. Sebanyak 25 guru dari berbagai sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Rote Ndao mengikuti Workshop dan Penguatan Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 2 Lobalain ini menjadi momentum untuk memperkuat peran guru sebagai penggerak pencegahan narkoba di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta didorong untuk membangun kesadaran pelajar tentang bahaya narkotika sekaligus menanamkan keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan yang berpotensi menjerumuskan generasi muda dalam penyalahgunaan narkoba.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kasat Resnarkoba Polres Rote Ndao, IPTU I Komang, S.I.P.; Penyuluh Narkoba Ahli Muda Reyza N. Johannis, S.KM.; Ricky Ndolu, S.Kom.; Muhammad Nur Ikhsan, S.Psi., M.Psi.; serta Robin Y. Eken, S.H.

Penguatan P4GN melalui lembaga pendidikan dinilai penting karena sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga ruang strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab peserta didik.

Pencegahan narkoba pun tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan aktif guru, kepala sekolah, orang tua, serta masyarakat agar upaya perlindungan terhadap generasi muda dapat berjalan secara berkelanjutan.

### Guru Siap Implementasikan P4GN di Sekolah

Salah satu peserta, Isak Doris Faot dari SMKN Pantai Baru, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah.

Menurutnya, penguatan P4GN perlu menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Komitmen serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Pantai Baru, Yermen G.M. Bolu, S.Pd., yang juga menjadi peserta kegiatan.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan P4GN di sekolah yang dipimpinnya. Ke depan, ia siap memperkuat sosialisasi kepada warga sekolah, termasuk melalui pemasangan spanduk berisi pesan pencegahan narkoba.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta didik sekaligus mengingatkan seluruh warga sekolah tentang pentingnya menjaga diri dan lingkungan pergaulan dari ancaman narkotika.

### P4GN Jangan Berhenti pada Kegiatan Seremonial

Penguatan P4GN di sekolah membutuhkan tindak lanjut yang konsisten. Sosialisasi tidak boleh berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam kegiatan edukasi rutin, penyebaran informasi yang benar, serta komunikasi terbuka antara guru dan peserta didik.

Guru juga memiliki peran penting dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung perilaku positif. Dengan pendampingan yang tepat, pelajar diharapkan mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkoba, memilih pergaulan yang sehat, dan berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Keterlibatan 25 guru dari berbagai jenjang pendidikan dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas gerakan pencegahan narkoba di sekolah-sekolah Kabupaten Rote Ndao.

Pada akhirnya, membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi membutuhkan kerja sama semua pihak. Sekolah, keluarga, masyarakat, dan aparat terkait harus berjalan bersama agar pelajar tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjauhinya.

Melalui penguatan P4GN, sekolah diharapkan menjadi benteng perlindungan generasi muda sekaligus ruang tumbuh bagi lahirnya pelajar Rote Ndao yang berprestasi dan bebas narkoba.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Angin Badai Yunus Panie Diusulkan PAW, Mikael Manu Terancam SP III DPP Partai Perindo Di TantangTegakan Aturan!

22 Oktober 2026 - 11:52 WITA

Atap Sudah Jadi, Kok Di Bongkar Lagi? Dana Revitalisasi SMA Negeri Rote Tengah Miliaran Rupiah Masuk Saku Victorio Dan Domi Atau Saku Lita Tola?

22 Oktober 2026 - 11:20 WITA

BBM Rote Ndao Antrian Berhari-hari! Bupati Paulus Henuk Bergerak, Satgas Turun ke SPBU, Dugaan Mafia BBM Bakal Diawasi

22 Oktober 2026 - 00:19 WITA

Terjebak Antrean BBM di Rote Ndao: Waktu Terbuang, Pekerjaan Tertunda, Rakyat Menunggu Kepastian

21 Oktober 2026 - 21:28 WITA

Atasi Kelangkaan BBM, Bupati Rote Ndao Siapkan 10 Langkah Perubahan

21 Oktober 2026 - 20:52 WITA

PT Nindi Karya Buktikan Tanggung Jawab. RP 277 Juta Lunas Di Bayarkan Kompensasi Ke Pemilik Lahan Terdampak

21 Oktober 2026 - 20:44 WITA

Trending di Internasional