Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Manado · 9 Okt 2026 09:02 WITA ·

SLB Damai GMIM Tomohon Dua Tahun Berturut Dapat Revitalisasi Kemendikdasmen, Kabid PKLK Dikda Sulut Berikan Apresiasi


Foto - Proses Pekerjaan Revitalisasi di SLB Damai GMIM di Kota Tomohon Perbesar

Foto - Proses Pekerjaan Revitalisasi di SLB Damai GMIM di Kota Tomohon

Manado, Sulutnews.com — Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Damai GMIM Tomohon, Ginny Ponoman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas diraihnya Program Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk kedua kalinya berturut-turut, yakni pada tahun 2025 dan 2026.

“Kami bersyukur kembali menerima program Revitalisasi tahun ini senilai lebih dari Rp1,5 miliar, yang digunakan untuk rehabilitasi asrama, dapur, dan toilet. Tahun 2025 lalu kami juga menerima bantuan sekitar Rp2,2 miliar untuk pemulihan ruang belajar dan sarana lainnya,” ungkap Ginny Ponoman saat ditemui awak media di lingkungan sekolah, baru-baru ini.

Pekerjaan revitalisasi tahun 2026 telah dimulai awal September, dengan progres saat ini mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung dalam 150 hari kerja, atau sekitar akhir Desember 2026. Seluruh proses berjalan di bawah pengawasan ketat Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan Daerah Sulut, konsultan teknis, serta Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Foto – Kepsek SLB Damai GMIM di Tomohon Ginny Ponoman S.Pd.M Pd ( kedua dari kanan baju hitam) Saat praktek Mengajar

“Segala sesuatu dikerjakan sesuai petunjuk teknis. Tidak boleh ada yang menyimpang dari ketentuan,” tegas Kepala Sekolah.

Dukungan berturut-turut ini, menurutnya, merupakan penghargaan atas kualitas pelaksanaan tahun sebelumnya yang dinilai baik oleh Kemendikdasmen. “Kami sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen,” ujarnya.

Kualitas Lulusan Semakin Diuji

Saat ini SLB Damai GMIM Tomohon membina 53 siswa Tuna Rungu pada jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dalam beberapa tahun terakhir, lulusan sekolah ini telah menorehkan prestasi: melanjutkan ke perguruan tinggi, meraih gelar sarjana, bekerja di lingkungan instansi pemerintah maupun swasta, bahkan ada yang kembali mengabdi sebagai guru di sekolah ini.

“Kami memang fokus pada siswa Tuna Rungu, dan peningkatan kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Dukungan tenaga pendidik yang berkualitas serta sarana pembelajaran berupa papan panel dan akses internet yang disediakan pemerintah semakin memperkuat keyakinan sekolah untuk terus berkembang. Siswa juga berprestasi di tingkat nasional, mewakili Sulawesi Utara dalam berbagai ajang lomba di Jakarta.

44 SLB di Sulut, 15 Telah Kerja Sama dengan Kemendikdasmen

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Melinda Mamesah, S.Pd., M.AP., menyampaikan saat ini terdapat 44 SLB Negeri dan Swasta yang berada di bawah pembinaan Dikda Sulut, mayoritas berstatus swasta.

Dari jumlah tersebut, 15 SLB telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kemendikdasmen untuk menerima Program Revitalisasi 2026, dan beberapa di antaranya progres pembangunannya telah melampaui 50 persen.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen kepada SLB di Sulawesi Utara,” ujar Melinda Mamesah, Jumat (9/10/2026) di Manado.

Foto -Proses belajar mengajar jenjang Siswa Tuna Rungu SMA di SLB Damai GMIM Tomohon

Ia meyakini perbaikan sarana dan prasarana, termasuk penyediaan papan panel pembelajaran, akan sangat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Kepada masyarakat, ia mengajak tidak ragu menyekolahkan anak berkebutuhan khusus di SLB.

“Tidak perlu khawatir menyekolahkan anak berkebutuhan khusus ke SLB. Kualitas pendidikannya sudah baik, dan masa depan anak-anak akan terjamin,” katanya.

Apresiasi Khusus untuk SLB Damai

Khusus untuk SLB Damai GMIM Tomohon, Melinda Mamesah memberikan apresiasi tersendiri karena keberhasilannya menerima bantuan dua tahun berturut-turut.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Menunjukkan kinerja tahun lalu sangat baik. Bangunan yang telah direhab harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya.

Keberhasilan lulusan SLB Damai — yang telah menjadi sarjana, bekerja, dan berkarya — dijadikan bukti nyata kualitas pendidikan yang dijalankan, sekaligus memotivasi sekolah-sekolah lain untuk terus berprestasi.

(Fanny)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

Baca Lainnya

Rektor Dr Sandra Korua : UKIT Tomohon Jalin Kerja Sama dengan 15 Perguruan Tinggi, Perkuat Kualitas Tambah Dosen S2 dan S3

9 Oktober 2026 - 22:27 WITA

HUT ke 46 PKB Sinode GMIM, Pdt Yanni Rende Ajak PKB Jadi Katalisator Dalam Pelayanan

9 Oktober 2026 - 19:46 WITA

Pangdam XIII/Merdeka Dampingi Penyerahan Bantuan Pangan Menko Pangan untuk Sulut, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

8 Oktober 2026 - 21:33 WITA

Louis Schramm : Penerapan Sanksi Dalam Perda TJSL Sangat Penting

8 Oktober 2026 - 07:26 WITA

Rusniaty Tuerah Menjadi Plt Kepsek SMA Negeri 1 Tomohon, Sekretaris Dikda Minta Tingkatkan Kualitas Belajar

7 Oktober 2026 - 23:56 WITA

Tawuran Pelajar di Manado Masih Marak, Mantan Kepsek: Anak Butuh “KSOT”, Bukan Kekerasan

7 Oktober 2026 - 17:32 WITA

Trending di Manado