Manado,Sulutnews.com — Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Asisten Deputi (Asdep) Promosi dan Kemitraan Global Olahraga, Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, menyelenggarakan Seleksi Pelatih Pencak Silat Road to Global Stage dengan mengangkat tema: “From Heritage To Global Stage: How to be Great Coach, Sport Administrator, Sport Diplomat”, Kamis, 3 September 2026.
Langkah strategis ini sejalan dengan semangat yang terus didengungkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang selama 34 tahun pengabdiannya telah senantiasa menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Pencak silat adalah warisan luhur yang membawa nilai kebanggaan, kearifan, dan jati diri bangsa yang patut dikibarkan ke panggung dunia.

Foto : 1. Prof. Dr. Johansyah Lubis, saat melaksanakan seleksi
Manado Salah Satu Titik Penjaringan Nasional, Dihadiri Pelatih Dari Lima Provinsi
Ketua Tim Promosi Pencak Silat Road to Global Stage, Luluk Hadiyanto, melaporkan bahwa seleksi pelatih ini digelar secara serentak di 9 wilayah Indonesia, yaitu Manado, Padang, Lampung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, Palu, dan Surabaya.
Pelaksanaan di Manado diikuti oleh 40 peserta, termasuk pelatih yang datang dari Provinsi Gorontalo, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, hingga Papua Selatan. Kehadiran peserta dari berbagai penjuru Nusantara membuktikan persatuan semangat: menjadikan pencak silat bukan hanya kebanggaan daerah, melainkan jati diri seluruh bangsa Indonesia.

Foto : 2. Dr. Lilik Sudarwati, saat melaksanakan seleksi
Para pelatih diuji kemampuan dan wawasannya oleh tiga panelis ahli:
- Dr. Johansyah Lubis (Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNJ, Ketua Standarisasi dan Sertifikasi PB. IPSI)
- Lilik Sudarwati (Ketua Bidang Ilmu Keolahragaan / Sports Science KONI Pusat)
- Rony Syaifullah (Wakil Ketua Lembaga Kepelatihan PB. IPSI)

Foto : 3. Dr. Rony Syaifullah, saat melaksanakan seleksi
Syarat Masuk Olimpiade: Tersebar Ke 74 Negara Dan Patuh Standar Dunia
Dalam paparannya, Luluk Hadiyanto memaparkan peta perkembangan pencak silat dunia dan syarat pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade:
“Saat ini baru 7 federasi pencak silat yang telah diakui oleh Komite Olimpiade Nasional (NOC), dan 12 negara sedang dalam proses pengakuan. Untuk dapat masuk ke dalam panggung Olimpiade, IOC menetapkan syarat ketat. Pencak silat harus diakui secara resmi oleh IOC, tersebar di minimal 74 negara di 4 benua untuk kategori putra, serta minimal 40 negara di 3 benua untuk kategori putri. Selain itu, pencak silat wajib memenuhi seluruh standar yang ditetapkan oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA)” ucap Luluk.
Semangat mendunia ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk membawa jati diri dan karakter bangsa Indonesia melalui pencak silat dikenal, dihormati, dan diakui di kancah internasional.
Kegiatan seleksi di Manado secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Sulawesi Utara Dr. Drs. Audy Ronald Richard Pangemanan, AP, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik terpilihnya Kota Manado sebagai salah satu tuan rumah penjaringan nasional.

“Kami bersyukur, di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah pusat, Kementerian Pemuda dan Olahraga tetap menyelenggarakan kegiatan strategis ini di tanah Sulawesi Utara. Sejalan dengan pengabdian Bapak Presiden Prabowo Subianto selama 34 tahun yang senantiasa menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Semoga Bapak dan Ibu peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik, terpilih menjadi Duta Bangsa, yang tidak hanya melatih, tetapi juga membawa pencak silat ke panggung dunia sebagai instrumen diplomasi bangsa demi perdamaian dunia. Dengan kerja keras, konsistensi, dan kebersamaan, niscaya pencak silat akan semakin mendunia dan kelak hadir di panggung Olimpiade.” Ucapnya.

Foto Bersama Tim Seleksi dan Para Peserta
“Dengan semangat menjadikan warisan budaya bangsa bertaraf dunia, serta meneladani pengabdian dan pandangan luhur Presiden Prabowo Subianto, seleksi ini diharapkan melahirkan pelatih-pelatih berkualitas yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga mampu menjadi jembatan pengakuan internasional — membawa jati diri bangsa Indonesia menuju cita-cita luhur: Pencak Silat di Panggung Olimpiade” Tutupnya.(Merson)




