Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Kotamobagu · 17 Agu 2026 14:26 WITA ·

MERAH PUTIH BERKIBAR DI BOKIHOTINIMBANG: KEMERDEKAAN ADALAH PANGGILAN MENJAGA PERSATUAN


Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

KOTAMOBAGU, Sulutnews — Lapangan Bokihotinimbang mendadak senyap. Saat lagu Indonesia Raya mengalun, ribuan pasang mata tertuju pada satu titik: Merah Putih yang perlahan menembus langit pagi. Tak ada percakapan. Tak ada langkah yang bergerak. Semua berdiri tegak dalam penghormatan yang tulus.

Di hadapan barisan peserta upacara, Wali Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, bertindak selaku Inspektur Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Detik-detik pengibaran bendera berlangsung penuh khidmat. Kain merah dan putih itu melambai ditiup angin, seolah membawa kembali ingatan akan perjuangan panjang para pendahulu bangsa.

Bendera itu bukan sekadar kain. Di dalam dua warna itu, mengalir darah para pejuang, ada air mata keluarga yang berkorban, serta harapan jutaan jiwa yang mendambakan hidup merdeka. Karenanya, kemerdekaan tak boleh berhenti sekadar menjadi upacara.
Wali Kota Wenny mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen 17 Agustus sebagai panggilan untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan merawat persatuan di tengah perbedaan.
Sebab ancaman terhadap persatuan tak selalu datang dalam bentuk senjata. Kadang ia hadir lewat provokasi, prasangka, berita bohong, serta sikap saling mencurigai. Di situlah tugas kita — menjaga apa yang dahulu diraih dengan pengorbanan nyawa.
Pagi itu, Lapangan Bokihotinimbang menjadi saksi nyata. Pemerintah, TNI–Polri, ASN, pelajar, dan masyarakat berdiri dalam satu kesatuan. Perbedaan jabatan, usia, dan latar belakang seakan luruh saat Merah Putih menapaki puncak tiang.

Dan dari bawah kibaran bendera itu, pesan kemerdekaan kembali bergema: Indonesia boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi persatuan tak boleh kehilangan tempat. Sebab ketika Merah Putih berkibar, yang harus berdiri paling tegak — adalah hati kita semua.(Advetorial).

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warga Salut Pelayanan SPBU Kotobangon//

2 September 2026 - 16:12 WITA

PBSI Kotamobagu Audiensi Wali Kota: Walikota Cup Bulu Tangkis Siap Digelar Oktober Mendatang

1 September 2026 - 17:42 WITA

TP-PKK Luncurkan Posting Cantika Lawan Stunting

31 Agustus 2026 - 14:55 WITA

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gelar Paripurna Pembicaraan Tingkat I KUA- PPAS Perubahan 2026

29 Agustus 2026 - 13:31 WITA

Kapolres AKBP Abdul Kholik Turun Langsung Pantau Latihan Dalmas di Mapolres Kotamobagu

26 Agustus 2026 - 15:59 WITA

Turnamen Catur AP3BMR Cup Sukses digelar Kahar Mokoginta Raih Juara Satu

20 Agustus 2026 - 23:47 WITA

Trending di Kotamobagu