Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sitaro · 4 Agu 2026 15:03 WITA ·

Nyaris Tiga Bulan Tanpa Hujan, Pemkab Sitaro Bergerak Atasi Krisis Air Bersih


Nyaris Tiga Bulan Tanpa Hujan, Pemkab Sitaro Bergerak Atasi Krisis Air Bersih Perbesar

Sitaro.sulutnews.com — Nyaris tiga bulan tanpa hujan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah kampung di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sitaro bergerak cepat. Gugus tugas penanggulangan kemarau yang dibentuk pemerintah daerah mulai mengerahkan armada untuk menyuplai air bersih ke kampung-kampung yang membutuhkan.

Sejak pekan lalu, mobil pemadam kebakaran, armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), hingga PDAM dikerahkan untuk mengangkut dan mendistribusikan air kepada warga.

Kepala BPBD Sitaro, Frans Lintjewas, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan informasi maupun permintaan resmi yang disampaikan pemerintah kampung kepada posko penanggulangan kemarau.

“Begitu informasi atau surat permintaan dari pemerintah kampung masuk ke posko penanggulangan kemarau, kita langsung turun melakukan suplai air bersih dan ini sudah sejak pekan lalu,” kata Frans kepada media, Selasa, 4/8/2026.

Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan menyasar sejumlah kampung di enam kecamatan di Pulau Siau.

Di Kecamatan Siau Timur, Dinas PU bersama PDAM menyuplai air bersih untuk warga Kampung Nameng, Bukide, Kanang, hingga Dame.

Dari Siau Timur, distribusi berlanjut ke Kecamatan Siau Tengah. Air bersih dibawa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kampung Salili, Beong, hingga Kanawong.

Sementara itu, armada mobil pemadam kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja dan BPBD bergerak ke wilayah Siau Barat dan Siau Barat Selatan.

Kampung Mini, Hiung, Kinali, Kawahang, Kiawang, Tanaki, hingga Batusenggo menjadi sejumlah wilayah yang mendapat suplai air bersih.

Gerakan tersebut melibatkan lintas organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga perusahaan daerah seperti PD Pelayaran.

Menurut Frans, sejauh ini distribusi air bersih tidak menghadapi kendala berarti. Namun, mobilitas armada di lapangan tetap bergantung pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Armada yang digunakan harus terus bergerak dari satu kampung ke kampung lainnya untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Tapi saya tidak bisa bilang ini sebuah kendala besar. Tugas utama kami adalah memastikan jangan sampai masyarakat kekurangan suplai air,” ujar Frans.

Distribusi akan terus dilakukan selama kondisi kemarau berlangsung. Namun, BPBD menerapkan skala prioritas.

Permintaan suplai air harus disampaikan melalui pemerintah kampung. Untuk sementara, permintaan secara pribadi belum dapat dilayani.

“Saat ini kami belum bisa melayani permintaan pribadi. Jadi kita utamakan dulu kepentingan banyak orang,” tegas Frans.

Persoalan air bersih bukan satu-satunya dampak yang dikhawatirkan pemerintah.

Kemarau berkepanjangan juga berpotensi mengganggu produksi hortikultura, memperbesar risiko gagal panen, serta meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita terus meningkatkan kewaspadaan karena kemarau panjang ini bisa mengancam cadangan air bersih dan gagal panen pada produksi hortikultura daerah hingga kebakaran hutan dan lahan,” kata Frans.

Karena itu, pemerintah daerah meminta masyarakat ikut mengurangi tekanan terhadap sumber-sumber air yang masih tersedia.

Plt Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sitaro untuk bersama-sama mengantisipasi dampak musim kemarau dengan melakukan penghematan penggunaan air bersih dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Heronimus.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah lembaga iklim global seperti National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan Bureau of Meteorology (BoM) Australia, kondisi iklim di Sulawesi Utara dan kawasan Nusa Utara menunjukkan anomali yang berpotensi memperpanjang periode kering.

Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah dinamika El Niño-Southern Oscillation (ENSO).

Ketika El Niño berada pada fase hangat, perubahan suhu muka laut di Samudra Pasifik dapat memengaruhi distribusi uap air dan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dapat menyebabkan curah hujan berkurang di sejumlah wilayah, terutama Indonesia bagian timur.

Penguatan Angin Monsun Timur dari Australia yang membawa massa udara relatif kering juga ikut berpengaruh terhadap berkurangnya curah hujan di Sulawesi Utara.

Akibatnya, periode Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah terus bertambah.

Dalam rilis Dasarian III Juli hingga awal Agustus 2026, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM) untuk wilayah Sulawesi Utara.

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pj Sekda Sitaro Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Semarak Kemerdekaan ke-81 RI

31 Agustus 2026 - 14:31 WITA

Empat Klub Sekaligus, Sony Maringka Ikut Panaskan Bupati Cup Sitaro

29 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pala Siau Masuk Meja DPRD, Pemda Bicara Petani, Pasar hingga Industri

28 Agustus 2026 - 21:06 WITA

Lewati Jalur Terjal, Plt Bupati Sitaro Cek Langsung Mata Air Gunung Tamata

28 Agustus 2026 - 15:14 WITA

Hadapi Ancaman Kekeringan, Plt Bupati dan Kapolres Sitaro Pantau Sumber Air Danau Kapeta

27 Agustus 2026 - 19:26 WITA

Plt Bupati Sitaro: Profiling ASN Penting untuk Petakan Potensi dan Kompetensi Aparatur

21 Agustus 2026 - 19:18 WITA

Trending di Sitaro