Bolmong Utara, Sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melaksanakan Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Rakor Forkopimda) awal September Tahun 2026. Selasa (01/09/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Dampak El-Nino dan Penanganan Kemarau” ini berlangsung di Auditorium Lantai III Kantor Bupati.
Rakor Forkopimda dilaksanakan berdasarkan ketentuan Pasal 26 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Tujuannya untuk menciptakan iklim yang kondusif dan menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bupati Sirajudin Lasena dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi dampak fenomena El Nino. Sinergitas seluruh Perangkat Daerah, Camat, dan Sangadi harus proaktif dalam melakukan langkah-langkah mitigasi, khususnya terkait ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan.
Bupati Bolmong Utara juga menambahkan atensi yakni pendataan desa terdampak El Nino dan titik koordinat untuk penentuan sumur bor, Stabilitas harga dan operasi pasar, pemutakhiran data desil agar bantuan tepat sasaran ke warga rentan, serta Himbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Kepada Kadis Perdagangan guna mengantisipasi gejolak inflasi pangan, segera siapkan operasi pangan, agar harga beras tetap stabil,”
Presentasi dari BPS Bolmong Utara Ny. Eka Apriliana Nani, STr. Stat, tentang fenomena El Nino memicu kenaikan inflasi pangan akibat cuaca ekstrem yang menurunkan produksi hasil pertanian.
Penyebab Inflasi Pangan :
1. Penurunan Produksi: Kekeringan ekstrem membuat lahan pertanian kekurangan air. Hasil panen komoditas seperti padi, cabai, dan bawang ikut merosot.
2. Gangguan Distribusi: Pengiriman bahan makanan dari daerah asal ke pasar terhambat.
3. Lonjakan Harga: Pasokan yang menipis di pasar membuat harga barang kebutuhan pokok naik dengan cepat.
Dampak Di Masyarakat :
1. Angka inflasi Indonesia naik ke kisaran 3,3%–3,4% pada pertengahan 2026 karena dorongan harga pangan.
2. Daya beli masyarakat menurun.
3. Kelompok warga berpenghasilan rendah merasakan dampak paling berat karena porsi belanja makanan mereka sangat besar.
4. Analisis lebih lanjut mengenai risiko ini dapat dilihat pada laporan BPS Bolmong Utara tentang ancaman iklim terhadap ketahanan pangan.
Turut hadir ; Kejari Bolmong Utara, Wakapolres Bolmong Utara, Ketua PN Kotamobagu /mewakili, Dandim 1303/BM, Pimpinan DPRD, Kepala BPS /mewakili, Staf Ahli Bupati, Para Asisten Sekda, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, para Camat serta seluruh Sangadi se-Kabupaten Bolmong Utara. *** GG







