Makassar, Sulutnews.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, memperkuat kesiapsiagaan dalam menjamin keberlangsungan pasokan Bahan Bakar Minyak Khusus Penerbangan (Avtur) dengan melaksanakan Simulasi Meja (Table Top Simulation) Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis atau Business Continuity Management System (BCMS). Simulasi ini menggunakan skenario terjadinya gangguan pada jalur pipa penyaluran Avtur dari Terminal Terpadu Makassar menuju AFT Hasanuddin.
Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapan AFT Hasanuddin dalam menjaga kelancaran pelayanan Avtur apabila pasokan melalui jalur utama terhenti atau terganggu. Tim menguji kecepatan respons, ketepatan pengambilan keputusan, pengelolaan stok cadangan, serta efektivitas koordinasi antar-unit kerja. Hal ini dilakukan guna meminimalkan potensi dampak gangguan terhadap pelayanan maskapai penerbangan dan kelancaran operasional Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Dalam skenario yang disimulasikan, tim juga menguji kesiapan jalur alternatif pasokan melalui sistem penghubung (bridger) dari Terminal Terpadu Makassar. Pengujian mencakup kesiapan fasilitas penerimaan, kesiapan personel, serta jaminan kualitas dan kuantitas Avtur. Skema ini dipersiapkan guna menjaga pasokan tetap berjalan dengan standar kualitas dan keselamatan yang terjaga hingga jalur utama kembali berfungsi normal.
Manajer AFT Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, menyampaikan bahwa simulasi BCMS merupakan sarana penting guna memastikan seluruh personel memahami peran, tugas, dan langkah yang harus diambil ketika menghadapi kondisi tidak normal.
“Kami ingin memastikan apabila terjadi gangguan pasokan, tim dapat segera menentukan langkah yang tepat tanpa kehilangan waktu. Mulai dari penerimaan informasi, pengaturan ketahanan stok, penyiapan jalur alternatif, hingga jaminan kualitas produk, seluruh proses harus berjalan cepat dan terkoordinasi dengan baik. Pada akhirnya, kesiapan ini akan berdampak langsung pada keberlangsungan pelayanan Avtur kepada para pelanggan kami,” ujar Andreas.
Lebih lanjut, Andreas menjelaskan bahwa pelatihan berkala juga berfungsi untuk menemukan ruang perbaikan sebelum menghadapi situasi nyata.
“Setiap simulasi menjadi bahan evaluasi menyeluruh — apakah prosedur, fasilitas, sistem komunikasi, dan kesiapan personel telah berjalan sesuai standar yang diharapkan. Hasil evaluasi menjadi dasar kami untuk terus meningkatkan tingkat kesiapan operasional AFT Hasanuddin secara berkelanjutan,” tambahnya.
Simulasi ini melibatkan AFT Hasanuddin, Aviation Region Sulawesi, Aviation Fuel Business, serta unit-unit kerja terkait lainnya antara lain Bidang Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan (HSSE), Penyaluran dan Distribusi, Teknik, Operasional, Perencanaan Pengembangan Fasilitas, Jaminan Kualitas, serta Terminal Terpadu Makassar dan para pemangku kepentingan terkait. Rangkaian kegiatan mencakup prosedur penanganan gangguan, eskalasi pelaporan, pelaksanaan skema pasokan alternatif, pemantauan operasional, hingga pemulihan dan pengembalian jalur utama sebagai sumber pasokan.
Manajer Komunikasi, Hubungan, dan Tanggung Jawab Sosial (Communication, Relations & CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen menjaga keandalan pelayanan energi bagi dunia penerbangan.
“Bagi para pelanggan, kesiapan yang kami bangun ini berarti adanya sistem jaminan yang terus dipersiapkan agar pelayanan tetap berjalan andal meskipun muncul gangguan. AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam menopang kebutuhan Avtur di kawasan Indonesia Timur, sehingga aspek keselamatan, jaminan kualitas, dan kesinambungan pasokan senantiasa menjadi prioritas utama dalam setiap proses operasional,” ujar Lilik.

Lilik menambahkan bahwa tingkat kesiapan yang baik dibangun melalui latihan dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.
“Kami terus mendorong budaya peningkatan berkelanjutan di seluruh lini kerja. Setiap hasil simulasi menjadi masukan berharga untuk memperkuat prosedur dan memperlancar koordinasi, sehingga ketika menghadapi kondisi nyata di lapangan, seluruh tim dapat bergerak dengan respons yang cepat, tepat, dan terukur,” jelasnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil simulasi untuk meningkatkan kompetensi personel, keandalan fasilitas, efektivitas sistem komunikasi dan koordinasi, serta ketangguhan sistem pasokan. Langkah-langkah ini ditempuh guna memastikan kebutuhan Avtur pelanggan tetap dapat dilayani dengan aman, andal, dan tepat waktu dalam berbagai kondisi operasional.
Melalui kesiapan AFT Hasanuddin yang didukung sinergi seluruh unit kerja terkait, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi senantiasa menjaga keandalan pasokan Avtur sebagai wujud dukungan nyata terhadap kelancaran jasa penerbangan serta peningkatan konektivitas masyarakat di wilayah Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur secara luas.(*/Merson)




