GOWA, SULUTNEWS.COM – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengajak mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar membangun karakter dan menjaga jati diri. Ia juga mendorong mereka mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045.
Bangun menyampaikan pesan itu saat mengisi orasi ilmiah bertajuk “Mahasiswa Pewaris Estafet Kepemimpinan”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan berlangsung di Masjid Agung Sultan Alauddin, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jalan H. M. Yasin Limpo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa (1/9/2026).
Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., bersama civitas akademika turut menghadiri agenda tersebut.
Dalam orasinya, Bangun mengapresiasi ribuan mahasiswa baru yang berhasil masuk UIN Alauddin Makassar.
Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan anugerah. Namun, peluang tersebut juga membawa tanggung jawab besar.
Karena itu, ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kemampuan dan mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.
“Saya memberikan apresiasi terbaik kepada anak-anakku sekalian. Pada hari ini telah mencapai pencapaian terbaiknya, yaitu masuk di universitas impian kalian. Kalian sebagian kecil dari orang yang punya kesempatan untuk menuntut ilmu di universitas favorit. Belajar dengan baik karena kalian yang akan menjadi pemimpin ke depan,” ungkapnya.
Selain itu, Bangun mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi. Ia meminta mereka menjauhi pengaruh yang dapat mengganggu pendidikan dan merusak masa depan.
Selanjutnya, Pangdam mengajak mahasiswa membangun keberanian moral. Ia meminta mereka menghargai setiap profesi dan menyampaikan pendapat dengan cara yang baik.
Menurut Bangun, mahasiswa dapat menyampaikan kritik tanpa menggunakan kebencian, caci maki, atau penghinaan.
“Besar harapan saya kalian berada di lingkup perguruan tinggi kalau menyampaikan sesuatu harusnya yang baik, bukan nada kebencian, bukan caci maki, jangan menghina profesi orang lain,” tegasnya.
Kemudian, Bangun menceritakan perjalanan kariernya. Ia mengatakan dirinya memulai pengabdian dari tamtama dan mengakhiri masa dinas sebagai bintara.
“Saya salah satunya contoh dilahirkan dari DNA Tamtama dan pensiun seorang Bintara. Kami tidak minta dikasihani, tapi punya keberanian moral untuk tidak merendahkan harkat martabat profesi siapapun,” lanjutnya.
Di sisi lain, Bangun meminta mahasiswa menjaga karakter dan jati diri selama menjalani kehidupan kampus.
Ia juga mendorong mereka membangun etos kerja sejak awal. Selain itu, mahasiswa perlu menumbuhkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Untuk mendukung hal tersebut, Bangun meminta mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik dan nonakademik. Mereka juga perlu membangun disiplin serta tanggung jawab.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa dapat menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Pada bagian akhir orasi, Bangun mengingatkan mahasiswa tentang peran mereka pada 2045.
Menurutnya, generasi muda saat ini akan menjadi sumber daya manusia yang menentukan arah pembangunan Indonesia.
Oleh sebab itu, ia meminta mahasiswa mulai mempersiapkan diri sejak bangku kuliah.
“Bangun karakter kalian, jati diri kalian, etos kerja kalian, kecintaan kepada NKRI, mencintai Pertiwi, mempertahankan Pertiwi, mempertahankan Indonesia yang luar biasa ini,” pesan Bangun.
Selain membangun karakter, ia mendorong mahasiswa bekerja keras dan meningkatkan kemampuan. Ia juga mengingatkan pentingnya doa dalam menjalani proses tersebut.
“Bekerjalah dan berdoalah lebih keras dari orang lain,” tutupnya.
Dengan demikian, mahasiswa baru UIN Alauddin tidak hanya perlu mengejar prestasi akademik. Mereka juga harus membangun karakter, menjaga jati diri, serta mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam pembangunan Indonesia menuju 2045.
Penulis : Muhammad Irwansyah (Wartawan Madya)





