MANADO, SULUTNEWS.COM – Jumlah Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) jenjang SMA, SMK, dan SLB di lingkungan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulawesi Utara saat ini mencapai 2.738 orang. Rinciannya, 2.678 guru P3K penuh waktu dan 60 guru P3K paruh waktu yang tersebar di berbagai satuan pendidikan di seluruh Sulut.
Hal itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Dikda Sulut sekaligus Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Bravo Turangan, S.T., kepada wartawan di Manado, Senin (31/8/2026).
Menurut Bravo, pihaknya saat ini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dan surat resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait dua kebijakan utama, yaitu:
- Pengalihan status guru P3K paruh waktu menjadi P3K penuh waktu.
- Kesempatan bagi guru P3K penuh waktu untuk mengikuti seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang direncanakan pada awal tahun 2027.
“Dikda Sulut tinggal menunggu juknis. Kami siap menindaklanjuti kebijakan ini demi kepastian karier para guru,” ujar Bravo.

Foto – Kepsek SMK Negeri 1 Tahuna Norma Juliet Damura S Pd ( tengah) didampingi siswa
Sebelumnya, Kepala Dikda Sulut, Drs. Jahya Rondonuwu, M.Si., juga menyambut baik rencana tersebut. Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen dan DPR RI telah mengkomunikasikan bahwa mulai Januari 2027, guru P3K paruh waktu akan diangkat menjadi penuh waktu dan berhak mengikuti seleksi ASN.
Kepala Sekolah di Wilayah 3T Sampaikan Dukungan
Di Kabupaten Sangihe, yang termasuk daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), sejumlah kepala sekolah menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan ini.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Tahuna Marthen Luther Janis S.Pd
Marthen Luther Janis, S.Pd., Kepala SMA Negeri 1 Tahuna, mengatakan bahwa program ini sangat tepat karena guru P3K telah menunjukkan kinerja baik selama bertugas. Di sekolahnya, tercatat 16 guru P3K penuh waktu dan 3 tenaga administrasi P3K penuh, serta 2 tenaga administrasi P3K paruh waktu.
Hal senada disampaikan Norma Juliet Damura, S.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Tahuna. Ia menjelaskan bahwa di sekolahnya terdapat 1 guru P3K penuh waktu yang sangat antusias mengikuti seleksi ASN.
Sementara itu, Bernah SP., Kepala SMK Negeri 2 Tahuna, mengungkapkan bahwa sekolahnya memiliki 7 guru P3K penuh waktu yang siap mengikuti tes seleksi ASN.

Foto – Kepsek SMK Negeri 2 Tahuna di Kabupaten Sangihe Bernah SP
“Memang juknis belum ada, tetapi rencana pemerintah ini sudah sangat baik untuk memperhatikan nasib guru P3K. Kami mendukung penuh,” ujar Bernah.
Ketiga kepala sekolah sepakat bahwa status ASN akan memberikan kepastian hukum, kesejahteraan, dan motivasi bagi para guru yang telah mengabdikan diri di wilayah 3T.
Kesimpulan:
Dengan jumlah guru P3K yang signifikan dan dukungan luas dari dunia pendidikan, Dikda Sulut optimistis kebijakan nasional ini akan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Utara.(Fanny)




