Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Internasional · 1 Sep 2026 11:41 WITA ·

Jangan Kasih ke Orang Lain!” Oknum DPRD Rote Ndao Menopoli Proyek Revitalisasi SD, Kejari Ba’a Diminta Turun Tangan


Jangan Kasih ke Orang Lain!” Oknum DPRD Rote Ndao Menopoli Proyek Revitalisasi SD, Kejari Ba’a Diminta Turun Tangan Perbesar

Reporter : Dance Henukh

Sulutnews.com . Rote Ndao – Proyek revitalisasi sekolah yang seharusnya menjadi bagian dari upaya memperbaiki fasilitas pendidikan justru diselimuti dugaan intervensi. Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao berinisial M diduga menekan seorang bendahara sekolah terkait pekerjaan revitalisasi SD.

Informasi yang diperoleh media ini dari sumber terpercaya menyebutkan adanya pernyataan yang diduga disampaikan oknum anggota DPRD tersebut kepada bendahara:
“Jangan kasih ke orang lain!”
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena diduga berkaitan langsung dengan pekerjaan revitalisasi sekolah.

Jika benar pernyataan itu disampaikan untuk memengaruhi keputusan pihak sekolah, maka persoalannya bukan lagi sekadar soal siapa mendapatkan pekerjaan. Pertanyaan yang jauh lebih besar adalah: apa kepentingan seorang anggota DPRD sampai diduga ikut menentukan atau mengarahkan pekerjaan proyek sekolah?

<span;>DPRD Mengawasi atau Diduga Ikut Membidik Pekerjaan?

Posisi anggota DPRD melekat dengan fungsi pengawasan dan representasi masyarakat. Karena itu, dugaan keterlibatan langsung dalam mengarahkan pekerjaan proyek patut dipertanyakan dan perlu dijelaskan secara terbuka.

Publik berhak mengetahui apakah oknum tersebut hanya menyampaikan aspirasi atau benar-benar melakukan tekanan terhadap bendahara agar pekerjaan diberikan kepada pihak tertentu.

Apalagi munculnya kalimat “jangan kasih ke orang lain” menimbulkan dugaan bahwa telah ada pihak yang ingin mendapatkan pekerjaan tersebut.

Siapa pihak yang dimaksud? Apa hubungan oknum anggota DPRD dengan pihak tersebut? Apakah ada kepentingan finansial? Dan apakah ada komunikasi atau kesepakatan sebelumnya?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang perlu dijawab melalui pemeriksaan, bukan sekadar bantahan.

<span;>Kejari Ba’a Diminta Bongkar Sampai ke Akar

Munculnya dugaan tersebut membuat Kejaksaan Negeri Ba’a didorong untuk tidak berhenti pada klarifikasi permukaan.
Aparat penegak hukum diminta menelusuri proses pekerjaan revitalisasi secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, penentuan pelaksana, komunikasi dengan pihak sekolah, hingga kemungkinan adanya tekanan terhadap bendahara.

(DH)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Beta Sonde Pernah Katakan “Jangan Kasih ke Orang Lain!” Dugaan Intervensi Proyek Revitalisasi SD di Rote Ndao Dibantah Oknum DPRD, Kejari Ba’a Diminta Turun Tangan

1 September 2026 - 12:05 WITA

“Anak-Anak Menjerit Histeris, Dugaan Arogansi Plt Kadis Perhubungan Rote Ndao Tuai Kecaman — Bupati Diminta Buka Suara”

31 Agustus 2026 - 20:07 WITA

“Jangan Kasih ke Orang Lain!” Oknum Anggota DPRD Rote Ndao “Jadi Broker “Diduga Tekan Bendahara, Bidik Proyek Revitalisasi SD

31 Agustus 2026 - 14:59 WITA

KSPSI: Promosi Jabatan dan Raih  Bintang Tiga, Bukti RHL Sukses Jabat Kapolda Sulut

31 Agustus 2026 - 13:00 WITA

PIKI Peduli Salurkan Ratusan Paket Logistik bagi Warga Terdampak Gempa di Maumere

31 Agustus 2026 - 09:30 WITA

Diduga Arogan terhadap Anak-anak dan Perempuan Menangis Histeris, Sikap Plt Kadis Perhubungan Rote Ndao Disorot

30 Agustus 2026 - 21:21 WITA

Trending di Internasional