KOLAKA, SULUTNEWS.COM – Kebakaran Lahan di Pomalaa Hanguskan 1 Hektare, Prajurit Kodim 1412 Kolaka Bergerak Cepat
Kebakaran melanda lahan milik warga di Dusun III Latumbi, Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (22/8/2026).
Api mulai membakar lahan sekitar pukul 11.30 Wita. Kobaran api kemudian merambat ke semak belukar setelah angin kencang meniup material yang terbakar dari tumpukan sampah di sekitar lokasi.
Prajurit Kodim 1412/Kolaka bersama warga langsung bergerak mengendalikan api. Polres Pomalaa, Damkar, BPBD Kolaka, dan pihak perusahaan kemudian memperkuat upaya pemadaman.
Petugas bekerja selama beberapa jam hingga akhirnya menguasai seluruh titik api sekitar pukul 17.40 Wita. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar satu hektare lahan warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Tumpukan Sampah Diduga Memicu Kebakaran
Kebakaran bermula dari lokasi pembuangan sampah liar di sekitar lahan warga. Sebelum api membesar, warga melihat tumpukan sampah mengeluarkan asap.
Kondisi cuaca panas dan angin kencang kemudian mempercepat penyebaran api. Material sampah yang terbakar tertiup angin hingga menyambar semak belukar di sekitar lokasi.
Api terus menjalar sehingga warga segera meminta bantuan aparat.
Babinsa Langsung Datangi Lokasi
Babinsa Koramil 1412-02/Wundulako menerima laporan warga dan langsung menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, prajurit TNI bersama masyarakat berupaya memutus jalur rambatan api. Mereka menggunakan peralatan yang tersedia untuk mengendalikan kobaran agar tidak menjangkau area yang lebih luas.
Babinsa juga berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mendatangkan kendaraan pemadam dan peralatan penyiraman.
Kendaraan PT Bayong Group Perkuat Pemadaman
Sekitar pukul 12.20 Wita, kendaraan penyiram debu milik PT Bayong Group tiba di lokasi.
Petugas kemudian memanfaatkan kendaraan tersebut untuk menyiram area yang terbakar. Langkah itu membantu mengurangi kobaran api sekaligus membasahi area yang berpotensi kembali terbakar.
Tim terus memantau pergerakan api karena angin masih bertiup cukup kencang.
Damkar dan BPBD Kolaka Turunkan Dua Unit Kendaraan
Sekitar pukul 13.00 Wita, Damkar dan BPBD Kolaka mengirim dua unit kendaraan pemadam ke lokasi.
Kedatangan kendaraan tersebut memperkuat penanganan yang sebelumnya dilakukan prajurit TNI dan warga.
Petugas Damkar, BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat kemudian bekerja bersama. Mereka menyemprotkan air ke titik api dan area sekitarnya untuk menghentikan penyebaran kebakaran.
Tim Gabungan Padamkan Api Hingga Sore
Tim gabungan terus memadamkan kobaran api sekaligus mendinginkan lahan yang telah terbakar.
Petugas melakukan penyisiran untuk mencari bara dan titik api yang masih tersisa. Mereka juga menyiram bagian lahan yang berpotensi kembali terbakar.
Upaya tersebut berlangsung hingga sore hari.
Sekitar pukul 17.40 Wita, tim memastikan seluruh titik api telah padam. Petugas kemudian menyelesaikan proses pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.
Satu Hektare Lahan Warga Terbakar
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar satu hektare lahan milik warga di Dusun III Latumbi.
Meski api membakar area cukup luas, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Petugas juga terus memantau lokasi setelah api padam untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Dandim Minta Warga Tidak Bakar Sampah
Komandan Kodim 1412/Kolaka Letkol Inf Choky Gunawan, S.Sos., M.Han., meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengingatkan warga agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ketika kondisi cuaca panas dan angin kencang,” ujar Choky.
Menurut Choky, warga harus memperhitungkan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas yang berpotensi memunculkan api.
Cuaca panas dapat membuat sampah, rumput, dan semak kering mudah terbakar. Sementara itu, angin dapat membawa bara dan mempercepat rambatan api.
Dandim Minta Warga Cepat Laporkan Titik Api
Choky juga meminta masyarakat segera melapor kepada Babinsa atau aparat terdekat ketika menemukan titik api.
“Jika melihat adanya titik api, segera laporkan kepada Babinsa atau aparat terdekat. Jangan menunggu api membesar, karena penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” katanya.
Menurutnya, masyarakat memegang peran penting dalam mencegah kebakaran lahan. Warga dapat membantu dengan tidak membakar sampah sembarangan dan segera melaporkan setiap titik api.
Kebakaran di Desa Tambea menjadi pengingat bahwa api kecil dapat berkembang cepat ketika bertemu material kering, cuaca panas, dan angin kencang. Karena itu, kewaspadaan warga menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas.




