KENDARI, SULUTNEWS.COM – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong pemerintah daerah memperkuat pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan Sultra terhadap sektor pertambangan.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menilai Sultra memiliki potensi besar di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan usaha masyarakat.
Edwin mengatakan sektor tambang memiliki keterbatasan karena bergantung pada sumber daya alam. Sebaliknya, pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berkembang dalam jangka panjang jika daerah mengelolanya secara konsisten.
“Tambang mungkin 10 hingga 15 tahun lagi bisa habis. Namun, jika kita melihat sektor pariwisata, budaya, dan kuliner, sektor-sektor ini akan terus tumbuh dan sustainable,” kata Edwin.
Karena itu, BI mendorong daerah mengoptimalkan destinasi seperti Wakatobi dan kawasan Benteng Keraton Buton. Pemerintah juga perlu memperkuat promosi, akses wisata, serta keterlibatan pelaku usaha lokal.
Pengembangan pariwisata juga dapat membuka pasar bagi UMKM.
Wisatawan membutuhkan kuliner, suvenir, kerajinan, hingga produk ekonomi kreatif. Kondisi tersebut dapat meningkatkan omzet pelaku usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Selain itu, produk seperti kain tenun lokal memiliki peluang untuk masuk ke pasar wisata dan ekonomi kreatif yang lebih luas.
BI Sultra juga memperkuat UMKM dan kelompok tani melalui dukungan sarana produksi.
Menurut Edwin, daerah perlu meningkatkan pengolahan komoditas pangan di dalam wilayah Sultra. Saat ini, sebagian hasil pertanian masih keluar daerah untuk diproses sebelum kembali masuk ke pasar Sultra.
Kondisi tersebut membuat rantai distribusi lebih panjang dan dapat meningkatkan harga.
Untuk mengatasinya, BI memberikan dukungan berupa alat penggilingan padi dan mesin pompa air kepada kelompok masyarakat.
Di sisi lain, BI meminta media membantu mengawasi perkembangan harga kebutuhan pokok.
Edwin mengajak masyarakat dan media melaporkan kenaikan harga yang tidak wajar agar BI dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Jika menemukan harga yang tidak wajar di lapangan, silakan informasikan kepada kami,” ujarnya.
BI selanjutnya dapat berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menjaga pasokan dan mengendalikan tekanan inflasi.
BI menilai Sultra perlu memperluas sumber pertumbuhan ekonomi. Penguatan pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, dan industri pengolahan dapat menjadi langkah strategis.
Dengan diversifikasi tersebut, Sultra memiliki peluang membangun ekonomi yang lebih kuat dan tidak terlalu bergantung pada pertambangan.
Penulis : Muhammad Irwansyah (Wartawan Madya)





