KENDARI, SULUTNEWS.COM – Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Lasolo-Konaweha dan WS Towari-Lasusua memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan di Sulawesi Tenggara hingga Oktober 2026.
Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Pimpinan TKPSDA yang berlangsung di Kantor BWS Sulawesi IV Kendari, Senin (24/8/2026).
Pertemuan itu membahas perkembangan kondisi kekeringan sekaligus strategi menghadapi potensi dampaknya di sejumlah wilayah Sultra.
Kepala Bappeda Provinsi Sultra selaku Ketua TKPSDA WS mengikuti rapat melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Sultra.
Rapat juga melibatkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Provinsi Sultra selaku Ketua Harian TKPSDA serta para Ketua Komisi TKPSDA WS Lasolo-Konaweha dan WS Towari-Lasusua.
Selain itu, TKPSDA menghadirkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultra serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra.
Kedua lembaga tersebut memberikan informasi mengenai perkembangan kondisi kekeringan dan langkah penanganan yang telah berjalan.
Dalam rapat tersebut, BMKG Sultra memaparkan prakiraan cuaca dan perkembangan kekeringan di sejumlah wilayah.
Data tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menentukan langkah antisipasi. Dengan informasi cuaca yang tersedia, pemerintah dapat memetakan potensi dampak serta menyiapkan kebutuhan penanganan di lapangan.
Karena itu, peserta rapat tidak hanya membahas kondisi kekeringan saat ini, tetapi juga mengantisipasi perkembangan situasi hingga beberapa bulan mendatang.
Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kekeringan BWS Sulawesi IV Kendari melaporkan berbagai langkah yang telah dan sedang dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.
Satgas juga mengidentifikasi kebutuhan dukungan lintas sektor. Kebutuhan tersebut meliputi sumber daya manusia, peralatan, serta sarana pendukung untuk menghadapi kondisi kekeringan.
Kesiapan tersebut menjadi penting karena penanganan di lapangan membutuhkan dukungan berbagai instansi. Koordinasi sejak awal juga memungkinkan pemerintah mengerahkan sumber daya sesuai kebutuhan wilayah.
Kepala BWS Sulawesi IV Kendari berharap hasil rapat pimpinan TKPSDA dapat menjadi bahan untuk menggelar rapat koordinasi tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Gubernur Sultra.
Forum tersebut diharapkan memperkuat sinergi antarinstansi dalam menyiapkan sumber daya, peralatan, serta strategi menghadapi ancaman kekeringan.
Melalui koordinasi tersebut, setiap stakeholder dapat memperjelas peran dan dukungannya. Pemerintah juga dapat mengarahkan penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
TKPSDA mendorong seluruh stakeholder memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menghadapi ancaman kekeringan.
Kolaborasi tersebut mencakup pemantauan kondisi wilayah, kesiapan personel dan peralatan, hingga pelaksanaan penanganan ketika masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan.
Dengan langkah terpadu, pemerintah menargetkan penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari kesiapan Sulawesi Tenggara menghadapi potensi kekeringan hingga Oktober 2026.
Sumber : Facebook BWS Sulawesi IV Kendari
Penulis : Muhammad Irwansyah (Wartawan Madya)





