Makassar,Sulutnews.com – Menanggapi lonjakan permintaan LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan langkah cepat dengan menambah pasokan (extra dropping) sebanyak 2.131 tabung per hari, atau setara dengan 34% dari rata-rata penyaluran harian biasa. Kebijakan ini mulai diterapkan pada awal Agustus 2026 dan menyasar empat kabupaten, yakni Bone, Sidenreng Rappang (Sidrap), Soppeng, dan Wajo.
Langkah antisipatif tersebut diambil setelah hasil pemantauan lapangan menunjukkan adanya peningkatan konsumsi yang signifikan dalam sepekan terakhir, diduga dipicu oleh aktivitas ekonomi musiman dan pola konsumsi rumah tangga yang meningkat. Dengan tambahan pasokan ini, Pertamina memastikan stok LPG 3 kg di tingkat pangkalan resmi di keempat kabupaten tersebut kembali terjaga, dan antrean panjang mulai terurai.
Berdasarkan laporan dari tim monitoring di lapangan hingga Selasa (4/8), kondisi distribusi di wilayah tersebut berangsur pulih dan menunjukkan tren positif. Masyarakat mulai dapat memperoleh LPG 3 kg dengan lebih mudah melalui pangkalan resmi, dan harga jual pun kembali sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa penambahan pasokan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah Sulawesi.
“Kami merespons cepat dinamika di lapangan. Ketika kami melihat adanya peningkatan kebutuhan yang nyata, kami segera menambah pasokan 34% lebih tinggi dari rata-rata harian. Kami juga terus memantau perkembangan di setiap kabupaten secara real-time. Saat ini kondisi sudah berangsur normal, dan kami akan memastikan distribusi tetap stabil ke depan,” ujar Lilik dalam keterangan persnya, Selasa (4/8).

Lilik menambahkan, keberhasilan langkah ini tidak terlepas dari koordinasi intensif yang terjalin dengan Pemerintah Daerah setempat, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), para agen, serta ribuan pangkalan resmi di Sulawesi Selatan. Sinergi ini akan terus diperkuat, termasuk melalui rapat evaluasi rutin dan sistem pelaporan harian.
Selain mengamankan pasokan, Pertamina juga mengimbau masyarakat agar:
- Membeli LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET dan kualitas terjamin.
- Tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) , karena stok telah dipastikan aman dan distribusi berlangsung lancar.
- Melaporkan segala indikasi penimbunan atau penjualan di atas HET melalui saluran resmi Pertamina.
Lilik juga mengingatkan bahwa LPG 3 kg adalah barang bersubsidi yang penggunaannya diatur oleh pemerintah. Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Migas Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022, LPG 3 kg tidak diperuntukkan bagi usaha restoran, hotel, laundry, batik, peternakan, jasa las, serta usaha pertanian di luar ketentuan yang berlaku. Pertamina mendorong pelaku usaha dan masyarakat mampu untuk beralih ke produk LPG Non Subsidi (12 kg dan 5,5 kg) agar subsidi tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Untuk mendukung kemudahan akses informasi, masyarakat dapat menggunakan aplikasi MyPertamina guna mencari lokasi pangkalan terdekat, mengecek stok, serta memantau harga resmi. Apabila mengalami kendala atau menemukan pelanggaran di lapangan, masyarakat segera menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135 yang beroperasi 24 jam penuh.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus melakukan evaluasi berkala dan siap menyesuaikan alokasi pasokan jika terjadi perubahan kebutuhan di wilayah lainnya. Komitmen ini diharapkan dapat menjaga stabilitas energi dan ketenangan masyarakat sepanjang tahun 2026.(*/Merson)





