Manado,Sulutnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara merilis perkembangan lima indikator strategis perekonomian daerah yang mencakup inflasi, sektor pertanian, perdagangan luar negeri, pariwisata, serta transportasi untuk periode Juni dan Juli 2026.
📉 Terjadi Deflasi Didorong Harga Komoditas Pangan
Pada Juli 2026, Sulawesi Utara mengalami deflasi sebesar 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, inflasi tahun kalender (Januari–Juli 2026) tercatat 3,38 persen, dan inflasi tahunan mencapai 2,53 persen.
Penurunan ini utamanya dipicu turunnya harga cabai rawit, bawang merah, tomat, tarif angkutan udara, serta cabai merah. Adapun faktor yang menahan laju deflasi meliputi kenaikan tarif pendidikan, harga beras, ikan malalugis, daun bawang, dan bawang putih. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar deflasi bulanan dengan penurunan 3,57 persen.
🌾 Sektor Pertanian: NTP dan NTUP Terkoreksi
Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 tercatat 129,56 atau turun 2,28 persen dibandingkan Juni. Penurunan ini terutama terjadi pada subsektor hortikultura sebesar 18,55 persen akibat merosotnya harga tomat dan cabai merah. Sebaliknya, subsektor perikanan, perkebunan rakyat, peternakan, dan tanaman pangan masih mencatat pertumbuhan.
Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga turun 4,35 persen menjadi 135,53, yang menunjukkan kemampuan usaha pertanian dalam menutupi biaya produksi mengalami pelemahan dibanding bulan sebelumnya.
📤 Perdagangan Luar Negeri: Ekspor Melonjak, Surplus Tetap Kuat
Nilai ekspor Sulawesi Utara pada Juni 2026 mencapai **US$110,26 juta**, naik signifikan 52,92 persen dibandingkan Juni 2025. Secara kumulatif Januari–Juni 2026, ekspor mencapai US$641,50 juta atau tumbuh 10,98 persen secara tahunan. Komoditas unggulan tetap pada lemak dan minyak hewani/nabati dengan kontribusi 72,44 persen.
Sementara itu, impor tercatat US$22,70 juta atau meningkat 154,21 persen. Dengan demikian, neraca perdagangan tetap mencatat **surplus US$87,56 juta** pada Juni, dan surplus kumulatif mencapai US$540,18 juta sepanjang semester pertama tahun ini.
✈️ Pariwisata: Kunjungan Wisatawan Mancanegara Melonjak
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2026 mencapai 8.023 orang, naik 106,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun sedikit turun 10,38 persen secara bulanan. Wisatawan didominasi asal Tiongkok sebanyak 3.663 orang (45,66 persen).
Perjalanan wisatawan nasional mencapai 1.484 perjalanan (tumbuh bulanan dan tahunan), sedangkan perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,25 juta perjalanan. Tingkat Penghunian Kamar hotel berbintang juga meningkat menjadi 48,98 persen, lebih tinggi dibanding Juni tahun lalu.
⛴️ Transportasi: Konektivitas Terjaga Positif
Jumlah kunjungan kapal pada Juni 2026 tercatat 1.009 unit atau naik 11,25 persen secara tahunan. Penumpang berangkat naik 17,63 persen, sedangkan penumpang datang meningkat 15,47 persen. Di sektor udara, jumlah penumpang mencapai 143,15 ribu orang, dengan frekuensi penerbangan yang relatif stabil dibanding tahun sebelumnya.
📊 Gambaran Umum
Perkembangan indikator menunjukkan dinamika yang beragam: deflasi terjadi akibat melimpahnya pasokan komoditas hortikultura; sektor pertanian mengalami tekanan harga; namun perdagangan luar negeri tetap kuat dengan ekspor yang tumbuh pesat dan surplus yang besar. Sementara itu, pariwisata dan transportasi tetap menunjukkan kinerja positif sebagai penopang pergerakan ekonomi daerah.(*/Merson)





