Manado,Sulutnews.com – Suasana kebangsaan menyelimuti Kota Manado, Sabtu (1/8/2026). Kodam XIII/Merdeka resmi mengibarkan Bendera Merah Putih raksasa berukuran 14 x 21 meter di puncak Menara Tower Makodam XIII/Merdeka, Sulawesi Utara, sebagai tanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pengibaran bendera berukuran monumental ini bukan sekadar seremonial. Lebih dari itu, ia menjadi simbol nyata semangat kebangsaan, penghormatan kepada jasa para pahlawan, dan pengingat bagi seluruh anak bangsa akan nilai-nilai perjuangan yang telah mengantarkan Indonesia pada kemerdekaan.
Pangdam XIII/Merdeka, Mayor Jenderal TNI Mirza Agus, S.I.P., secara tegas menyampaikan bahwa momen ini memiliki makna strategis dalam memperkuat jiwa nasionalisme dan cinta tanah air di tengah masyarakat.
“Bendera Merah Putih adalah simbol persatuan, semangat perjuangan, dan identitas bangsa. Melalui pengibaran bendera raksasa ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk semakin mencintai Indonesia, menjaga persatuan, serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Pangdam.

Orang nomor satu di jajaran Kodam XIII/Merdeka ini juga menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukanlah sekadar nostalgia, melainkan momentum introspeksi dan penguatan komitmen kebangsaan. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini adalah hasil dari pengorbanan nyata para pahlawan, sehingga sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kehadiran Merah Putih raksasa yang menjulang di ketinggian Tower Makodam ini diharapkan menjadi ikon kebanggaan baru bagi masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo. Lebih dari sekadar pemandangan, ia merupakan pengingat visual akan tanggung jawab kolektif untuk terus membangun Indonesia yang lebih maju, bersatu, dan berdaulat.
Melalui kegiatan ini, Kodam XIII/Merdeka menegaskan komitmen institusionalnya untuk terus hadir dan berdampingan dengan rakyat. Tidak hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai nasionalisme, persatuan, dan semangat gotong royong—yang menjadi fondasi utama bagi kemajuan Indonesia ke depan.(*/Merson)





