MANADO,Sulutnews.com — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado dr.Richard Sualang, menghadiri peringatan 30 Tahun peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (KUDATULI).Kegiatan yang digelar di Kantor DPC PDIP Kota Manado ini dilalsanakan untuk mengenang peristiwa yang mencederai demokrasi di Indonesia.
“Tragedi Kudatuli mengajarkan bagaimana membangun kesatupaduan pemimpin dan kekuatan arus bawah dalam menjunjung kekuatan moral yang menjadi senjata sangat ampuh dalam melawan penyalahgunaan kekuasaan,” tegas Sualang
Dia juga memyampaikan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri yang tertuang lima butir instruksi kepada seluruh kader PDIP yang tertuang dalam warkat DPP PDIP bernomor 1347/IN/DPP/VII/2026 perihal Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli: Menegakkan Watak Politik, Kebenaran, Keadilan, Beradab, dan Berbudaya.. Pertama, kader diminta meneguhkan watak politik kemanusiaan, kebenaran, dan keadilan.
Kader PDIP diwajibkan untuk menggembleng diri dengan empat kekuatan jiwa, yakni keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesebaran revolusioner sebagai bekal dalam menghadapi setiap tantangan perjuangan.”Ketum Megawati menginstruksikan kader PDIP untuk tidak takut dan mundur dalam menghadapi segala bentuk intimidasi. Dalam menjalankan fungsi pengawasan, kader di jalur legislatif dan eksekutif wajib mengingatkan serta mengawal kepolisian, TNI, dan intelijen negara tetap berada pada koridor konstitusional,” kata Sialang
Hadir pada acara yang juga menampilkan narasi peristiwa Kudatuli tersebut Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Steven Kandouw, Wakil Ketua DPD sekaligus Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus Silangen, Sp.B, KBD, Sekretaris DPD PDIP yang juga anggota DPRD Supit, Reza Rumambi, SE, Bendahara DPD sekaligus Wali Kota Manado Andrei Angouw, serta Ketua DPRD Kota Manado Altje Dondokambey bersama jajaran Fraksi PDIP Sulut dan Kabupaten/Kota.(josh tinungki)





