Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 8 Jul 2026 10:05 WITA ·

Fransiscus Andi Silangen : Jangan Jadikan Rumah Sakit Sebagai Penghasil PAD


CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82? Perbesar

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

MANADO,Sulutnews.com – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Andi Silangen, mengatakan agar pemerintah tidak menjadikan rumah sakit sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ditegaskan saat rapat pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Sulut Tahun Anggaran 2025 di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (7/7/2026). Menurutnya fungsi utama rumah sakit adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan menjadi sumber pendapatan daerah.

“Rumah sakit saat ini ingin kami dorong menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga tidak lagi menjadi mesin atau sumber utama PAD,” tegas Fransiscus.

Ia juha menegaskan di Sulawesi Utara, rumah sakit belum seluruhnya berstatus BLUD. Sementara di daerah lain, hampir semuanya sudah menjadi BLUD.” Jadi kita harus mendorong agar Rumah Sakit tidak lagi dijadikan pengjasil PAD tetapi haris keoada pelayanan,” ujar Andi

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, membebankan target PAD kepada rumah sakit tidak sejalan dengan tujuan pendiriannya.“Rumah sakit daerah dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, orientasi mencari keuntungan bukanlah tujuan utama rumah sakit,” katanya.

Fransiskus juga menyoroti laporan yang disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulut, June E. Silangen, SE.Ak., M.Si., yang menunjukkan masih besarnya kontribusi PAD dari sektor rumah sakit melalui retribusi dan berbagai penerimaan lainnya.“Laporan yang disampaikan Kepala Bapenda, hampir semuanya menunjukkan rumah sakit masih menjadi penyumbang retribusi dan penerimaan lainnya, Ia mencontohkan saat melakukan studi banding ke DKI Jakarta, tujuh rumah sakit di daerah tersebut telah menerapkan sistem BLUD dengan orientasi utama pada peningkatan kualitas pelayanan.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,099 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Baksos di Desa Tiwoho dan Wori, Komunitas Frasus 86 Manado Layani Masyarakat Pesisir

22 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Kasus Penggeledahan Rumah Pengusaha JA, GTI Sulut Minta Kejaksaan Tinggi Sulut Transparan

21 Agustus 2026 - 07:21 WITA

Unsrat Mewisuda 1.017 Sarjana S1, S2 Hingga S3, Gubernur Sulut Berikan Apresiasi Unsrat Komitmen Jaga Mutu Pendidikan

20 Agustus 2026 - 23:47 WITA

Plt Rektor Unsrat Prof Jamaludin Jompa : Mahasiswa Baru Yang Kurang Mampu Bisa Bayar Cicil UKT Tahun Ajaran 2026/2027

20 Agustus 2026 - 23:16 WITA

dr. Lidia Evalien Tulus, Noni Sulut Yang Memilih Beralih Karier, Kini Kepala Dinas Kesehatan Sulut

20 Agustus 2026 - 20:08 WITA

Dinas Ketahanan Pangan Sulut Gelar GPM Tematik di 6 Titik, DPRD Beri Apresiasi

20 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Trending di Manado