Manado, Sulutnews.com – Sebanyak 3.330 calon Mahasiswa baru Universitas Sam Ratulangi ( Unsrat ) Manado lewat jalur Mandiri Tumou Tou ( T2) diminta datang tepat waktu dan jangan terlambat saat akan mulai ujian Senin 6 Juli 2026 jam 06.30 wita sesi pertama di Kompleks Gedung TIK Unsrat.
Hal tersebut dikatakan Dr Max Rembang M.Si Bagian Humas dan Komunikasi Unsrat Manado kepada Wartawan Sulutnews.com Minggu (5/7/26) malam lewat telepon di Manado.
Menurut Max Rembang panitia seleksi yang diketuai Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Ir Arthur Pinaria MP. Ph.D sudah buat aturan terkait pelaksanaan ujian yang akan dimulai Senin 6 Juli 2026 hinga Jumat 10 Juli 2026 dimana setiap hari jam 06.30 mulai ujian hinga tiga sesi. ” Jadi jam mulai harus ditepati setiap calon Mahasiswa” kata Max Rembang.
Dikatakan dari 3.330 yang mendaftar setiap hari yang ikut ujian sekitar 250 lebih untuk tiga sesi secara bergantian hinga pada Jumat 10 Juli.” Jadi tidak semua serentak datang. Kita lakukan bergantian sesuai nomor yang ada” ujarnya.
Max Rembang optimis bisa berjalan baik ujian calon Mahasiswa baru jalur Mandiri atau T2. Soal pengawasan saat ujian itu juga dilakukan ketat dan para pengawas sudah dicoaching pekan lalu oleh panitia Dr Ir Esry Laoh M.Si, dan Ir Noldy Mamangkey S.Pi. M.Sc.Ph.D. tim panitia.
Max Rembang menambahkan jadwal ujian Senin 6 Juli hinga Jumat 10 Juli setiap hari ada 3 (tiga) sesi 1 mulai. Jam 06.30 – 09.30; sesi 2. Jam 10.00 – 13.10; sesi 3. Jam 13.30 – 16.40.
Sebelumnya pekan lalu Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsrat Prof Ir Arthur Pinaria MP. Ph D kepada wartawan Sulutnews.com mengatakan tahun ini Unsrat ini akan menerima 6.240 mahasiswa baru lewat tiga jalur seleksi penerimaan antara lain lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP) telah diterima 1.147 mahasiswa baru. Kemudian jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( SNBT) sudah diterima 2.521 mahasiswa baru dan yang terakhir dari jalur Mandiri T2 yang baru akan ikut ujian sebanyak 3.330 calon mahasiswa.
Sebanyak 6.240 mahasiswa baru yang akan diterima tahun 2026 akan kuliah di 12 Fakultas yang ada di Unsrat.
Sejumlah calon mahasiswa yang mendaftar lewat dijalur Mandiri atau T2 yang ditemui wartawan Sulutnews .com secara terpisah Minggu (5/7/26) mengatakan mereka sudah siap ikut ujian pada Senin 6 Juli” Saya sudah siap ikut ujian di Unsrat untuk Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam ( FMIPA) program studi Farmasih” ujarnya namun engan menyebutkan namanya.

Foto – Ketus LSM Pilar Bangsa Robby Wangko
Dikatakan ujian sesuai jadwal Senin 6 Juli 2026 pada jam 06.30 wita.” Siap datang tepat waktu dan tidak mau terlambat” kata calon mahasiwa .
Sedangkan calon mahasiswa yang lain juga mengatakan akan ikut ujian pada Rabu 8 Juli sesuai jadwal. Calon mahasiswa yang engan menyebutkan namanya mengatakan akan masuk di Fakultas Pertanian” Saya sudah belajar dan siap ikut ujian” katanya.
Turunkan UKT
Sementatara itubKetua LSM Pilar Bangsa Robby Wangko kepada Wartawan Sulutnews.com Minggu (6/7/26) mengatakan, Perguruan Tinggi Ngeri ( PTN) di Sulut termasuk Unsrat Manado agar mempertimbangkan untuk menurunkan Uang Kuliah Tungal ( UKT) agar calon Mahasiswa jalur Mandiri atau T2 yang akan ikut ujian mulai Senin 6 hinga 10 Juli 2026 ketika lulus ikut ujian dan diterima di Unsrat mereka tidak mundur apabila mereka mengetahui UKT rendah.
” Kalau UKT tinggi dugaan saya ada yang mundur seperti 336 siswa jalur SNBP 112 dan 224 jalur SNBT yang mundur meski sudah diterima di Unsrat” kata Robby Wangko.
Saat ini kondisi ekonomi tidak baik baik saja sehinga berat bila membayar UKT yang tinggi. Siswa anak keluarga Aparat Sipil Negara ( ASN) itu rasa berat juga saat ini untuk membayar UKT.” Solusi PTN Unsrat bisa menurunkan UKT dan bisa pemerintah daerah berikan subsidi” kata Wangko .
Untuk mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia Emas tahun 2045 nanti harus ada perhatian dan dukungan pemerintah. Memang ada bantuan program Kartu Indonesia Pintar ( KIP) tetapi untuk yang warga miskin ekstrim saja yang ASN itu tidak bisa dapat KIP padahal mereka juga sulit dalam kondisi saat ini.” Kita prihatin kalau ada siswa cerdas sudah diterima di PTN termasuk di Unsrat lalu mundur hanya diduga tidak mampu bayar UKT ini harus dicarikan solusi” kata Robby Wangko. (Fanny)





