Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Pendidikan · 4 Jul 2026 23:39 WITA ·

Apakah Perbedaan Sekolah Rakyat Dengan Sekolah Negeri Di Indonesia


Menteri Sosial Saifullah Yusuf berkunjung di Manado pada 11 Juni 2026 untuk bertatap muka dengan murid SRMP 21 Manado. (foto: Dok. Biro Humas Kemensos). Perbesar

Menteri Sosial Saifullah Yusuf berkunjung di Manado pada 11 Juni 2026 untuk bertatap muka dengan murid SRMP 21 Manado. (foto: Dok. Biro Humas Kemensos).

Manado,Sulutnews.com – Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan Program Sekolah Rakyat dimulai pada 14 Juli 2025, tepatnya pada awal tahun ajaran baru 2025/2026. Pelaksanaan tersebut merupakan bagian dari terobosan yang digagas oleh Presiden Prabowo.

Banyak orang di sekitar kita kemudian bertanya-tanya, apa beda sekolah rakyat dengan sekolah negeri yang juga gratis dan dapat Makan Bergizi Gratis (MBG) pula ?

Perbedaannya yang mendasar sebenarnya ada pada konsep yang ditawarkan Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat tidak hanya bebas biaya, tetapi juga menjamin seluruh kebutuhan hidup murid, perlengkapan belajar gratis, tempat tinggal (asrama) gratis, makanan bergizi gratis, pakaian, fasilitas kesehatan selama 24 jam, pokok semuanya gratis alias smng.

Model Sekolah Berasrama Atau Boarding School

Perbedaan lain ada pada model sekolah berasrama atau bahasa kerennya boarding school, Artinya di sini murid akan berada di dalam lingkungan yang tenang selama 24 jam dan memiliki guru pendampingan, serta aman saat belajar, bebas dari tekanan semisal harus bekerja membantu orang tua, atau lingkungan sosial yang tidak mendukung pendidikan, lingkungan tinggal di pemukiman kumuh atau daerah 3T yang seringkali sangat jauh dari higinies.

Hal ini berbeda jauh dengan sekolah reguler atau sekolah negeri, murid akan pulang setiap hari ke rumah seperti misalnya kembali ke urusan keluarganya. Murid Sekolah Rakyat akan berada dan tinggal di asrama yang didesain khusus untuk mendukung proses pembelajaran, memperoleh bimbel dari wali asrama, dan sedikitnya mendapatkan dorongan atau suport dari teman-teman sebaya yang memiliki dorongan yang sama untuk bersekolah.

Kurikulum Sekolah Rakyat.

Nah, apakah kamu ingin mengetahui bagaimana Kurikulum Sekolah Rakyat diterapkan? Sekolah Rakyat memiliki keunggulan dibandingkan sekolah negeri, contohnya memiliki integritas standar nasional seperti penguatan pendidikan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan vokasional. Model penguatan pendidikan karakter murid sebenarnya sudah diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sejak usia PAUD, misalnya di Jepang dan lainnya, ini hanyalah contoh.

Sekolah Rakyat menerapkan pendidikan karakter melalui kehidupan asrama, dengan rutinitas dan disiplin yang ketat, serta pembiasaan nilai-nilai positif seperti kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, dan kepedulian. Hal ini jauh berbeda dengan sekolah negeri, yang biasanya guru memberikan pendidikan hanya sebatas teori di kelas tanpa penerapan konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Sekolah Rakyat Menawarkan Pembelajaran Berbasis STEM.

Sekolah rakyat menawarkan Pembelajaran berbasis STEM, yaitu menyediakan fasilitas laboratorium lengkap dan teknologi terkini, yang tentunya nanti memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih kaya dibandingkan sekolah-sekolah di daerah yang fasilitasnya terbatas. Program ekstrakurikuler yang beragam memastikan wawasan siswa tentang dunia luar akan semakin terbuka, peluang yang bisa mereka kejar, sesuatu yang sulit diakses oleh anak-anak dari keluarga miskin dapat diperoleh seoptimal mungkin pun dapat mereka peroleh di sekolah rakyat.

Sekolah Rakyat Menawarkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Tentang sspek kesehatan Sekolah Rakyat menyediakan pelayanan selama bersekolah. Misalnya untuk kebutuhan nutrisi menjadi pembeda signifikan Sekolah Rakyat dengan sekolah reguler. Anak-anak dari keluarga miskin yang seringkali atau sebelum bersekolah mengalami malnutrisi atau gizi buruk yang berdampak pada kemampuan kognitif dan performa belajar mereka, maka di Sekolah Rakyat setiap siswa mendapat tiga kali makan dengan menu yang disusun ahli gizi ditambah snack dua kali sehari.

Fasilitas tersebut untuk memastikan Sekolah Rakyat menyediakan berbagai asupan nutrisi yang optimal untuk tumbuh kembang muridnya seperti halnya Program MBG di sekolah Negeri. (*/Yayuk)

Artikel ini telah dibaca 958 kali

Baca Lainnya

Sebanyak 459 Calon Mahasiswa Jalur Mandiri T2 Gelombang Kedua Lulus di Unsrat Manado

29 Juli 2026 - 23:11 WITA

Walikota Tomohon Caroll Senduk Pimpin Peletakan Batu Pertama Revitalisasi TK GMIM Lidia Kakaskasen Dua

29 Juli 2026 - 23:11 WITA

Kepala BPMP Sulut Febry Dien : Kemendikdasmen Tetapkan Kepsek SMA Negeri 1 Tomohon Maria Walukow Menjadi Kepsek SNT di Minut Sulut

28 Juli 2026 - 12:07 WITA

Kepala BPMP, Febry Dien : Kemendikdasmen Lakukan Seleksi Calon Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi, Enam Kepsek Bersaing

24 Juli 2026 - 14:16 WITA

Dinas Pendidikan Kotamobagu dan Sejumlah Kepsek SMP Negeri Lakukan Studi Tiru di SMP Negeri 1 Manado

23 Juli 2026 - 23:02 WITA

Bupati Sangihe Buka Bimtek Pembelajaran Mendalam, Perkuat Peningkatan Mutu Pendidikan

22 Juli 2026 - 23:59 WITA

Trending di Manado