Manado,Sulutnews.com – Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan Program Sekolah Rakyat dimulai pada 14 Juli 2025, tepatnya pada awal tahun ajaran baru 2025/2026. Pelaksanaan tersebut merupakan bagian dari terobosan yang digagas oleh Presiden Prabowo.
Banyak orang di sekitar kita kemudian bertanya-tanya, apa beda sekolah rakyat dengan sekolah negeri yang juga gratis dan dapat Makan Bergizi Gratis (MBG) pula ?
Perbedaannya yang mendasar sebenarnya ada pada konsep yang ditawarkan Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat tidak hanya bebas biaya, tetapi juga menjamin seluruh kebutuhan hidup murid, perlengkapan belajar gratis, tempat tinggal (asrama) gratis, makanan bergizi gratis, pakaian, fasilitas kesehatan selama 24 jam, pokok semuanya gratis alias smng.
Model Sekolah Berasrama Atau Boarding School
Perbedaan lain ada pada model sekolah berasrama atau bahasa kerennya boarding school, Artinya di sini murid akan berada di dalam lingkungan yang tenang selama 24 jam dan memiliki guru pendampingan, serta aman saat belajar, bebas dari tekanan semisal harus bekerja membantu orang tua, atau lingkungan sosial yang tidak mendukung pendidikan, lingkungan tinggal di pemukiman kumuh atau daerah 3T yang seringkali sangat jauh dari higinies.
Hal ini berbeda jauh dengan sekolah reguler atau sekolah negeri, murid akan pulang setiap hari ke rumah seperti misalnya kembali ke urusan keluarganya. Murid Sekolah Rakyat akan berada dan tinggal di asrama yang didesain khusus untuk mendukung proses pembelajaran, memperoleh bimbel dari wali asrama, dan sedikitnya mendapatkan dorongan atau suport dari teman-teman sebaya yang memiliki dorongan yang sama untuk bersekolah.
Kurikulum Sekolah Rakyat.
Nah, apakah kamu ingin mengetahui bagaimana Kurikulum Sekolah Rakyat diterapkan? Sekolah Rakyat memiliki keunggulan dibandingkan sekolah negeri, contohnya memiliki integritas standar nasional seperti penguatan pendidikan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan vokasional. Model penguatan pendidikan karakter murid sebenarnya sudah diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sejak usia PAUD, misalnya di Jepang dan lainnya, ini hanyalah contoh.
Sekolah Rakyat menerapkan pendidikan karakter melalui kehidupan asrama, dengan rutinitas dan disiplin yang ketat, serta pembiasaan nilai-nilai positif seperti kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, dan kepedulian. Hal ini jauh berbeda dengan sekolah negeri, yang biasanya guru memberikan pendidikan hanya sebatas teori di kelas tanpa penerapan konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah Rakyat Menawarkan Pembelajaran Berbasis STEM.
Sekolah rakyat menawarkan Pembelajaran berbasis STEM, yaitu menyediakan fasilitas laboratorium lengkap dan teknologi terkini, yang tentunya nanti memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih kaya dibandingkan sekolah-sekolah di daerah yang fasilitasnya terbatas. Program ekstrakurikuler yang beragam memastikan wawasan siswa tentang dunia luar akan semakin terbuka, peluang yang bisa mereka kejar, sesuatu yang sulit diakses oleh anak-anak dari keluarga miskin dapat diperoleh seoptimal mungkin pun dapat mereka peroleh di sekolah rakyat.
Sekolah Rakyat Menawarkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Tentang sspek kesehatan Sekolah Rakyat menyediakan pelayanan selama bersekolah. Misalnya untuk kebutuhan nutrisi menjadi pembeda signifikan Sekolah Rakyat dengan sekolah reguler. Anak-anak dari keluarga miskin yang seringkali atau sebelum bersekolah mengalami malnutrisi atau gizi buruk yang berdampak pada kemampuan kognitif dan performa belajar mereka, maka di Sekolah Rakyat setiap siswa mendapat tiga kali makan dengan menu yang disusun ahli gizi ditambah snack dua kali sehari.
Fasilitas tersebut untuk memastikan Sekolah Rakyat menyediakan berbagai asupan nutrisi yang optimal untuk tumbuh kembang muridnya seperti halnya Program MBG di sekolah Negeri. (*/Yayuk)





