Davao Filipina, Sulutnews.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City Filipina, serukan pentingnya kerjasama multi-stakeholders baik pemerintah, swasta dan kelompok masyarakat dalam pemulihan pariwisata paska pandemi.
Pandemi telah memberikan dampak signifikan pada sektor pariwisata di seluruh dunia, termasuk Filipina. Untuk memulihkan industri pariwisata, Konjen RI Davao City dengan tegas mengajak Pemerintah, sektor swasta, dan kelompok masyarakat untuk bekerja sama bahu membahu, baik secara nasional maupun juga melibatkan rekan internasional.
Kerjasama multi-stakeholders yang kuat akan menjadi kunci dalam memulihkan pariwisata pasca pandemi, dengan melibatkan berbagai pihak dalam upaya mempromosikan destinasi wisata Indonesia maupun Filipina dan menciptakan lingkungan yang aman dan menarik bagi wisatawan.
Pidato dukungan disampaikan oleh Konjen RI Davao City Dr. Ahmad Djatmiko, pada peluncuran program pariwisata Nasional “Bisita, Be My Guest” di Isulan, Sultan Kudarat yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata Filipina, Gubernur Sultan Kudarat, Walikota dan wakil masyarakat lainnya pada 19 Mei 2023, lalu.
Program yang diluncurkan pertama kali di level Nasional ini adalah upaya pemerintah Filipina untuk memberikan insentif kepada masyarakatnya untuk mengundang warga negara lain datang berpariwisata ke Filipina.
Di sela-sela peluncuran tersebut, KJRI Davao City juga berpartisipasi dalam booth promosi Pariwisata dan Produk Indonesia di Kantor Gubernur Sultan Kudarat. Jumlah pengunjung booth promosi Indonesia sekitar 150 orang warga negara Filipina dan 18 warga negara Indonesia yang memanfaatkan pameran tersebut untuk mencoba produk Indonesia yang dijual di Mindanao, sekaligus konsultasi keimigrasian dan kekonsuleran.

“Booth promosi dikemas dalam bentuk Warung Konsuler sebagai bentuk upaya jemput bola pelayanan KJRI Davao City ke kota-kota di Filipina Selatan” Kata Konjen Djatmiko.
Lanjut Konjen Djatmiko, Konsep Warung Konsuler ini sangat disambut baik oleh para pengunjung dan juga pihak penyelenggara, yaitu Gubernur Sultan Kudarat, dimana integrasi promosi pariwisata dan infrastruktur pelayanan kekonsuleran dan imigrasi yang memadai diperlukan untuk menunjang kesuksesan program “Bisita, Be My Guest” dari Departemen Pariwisata Filipina.

“Dengan kerjasama yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan kelompok masyarakat, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif dalam memulihkan sektor pariwisata di pasca pandemi. Bersama-sama, kita dapat membangun kembali kepercayaan wisatawan, mempromosikan keindahan dan keunikan destinasi bagi kedua negara untuk menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat” Kunci Konjen Djatmiko. (Andy Gansalangi)






