Sitaro.sulutnews.com — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,4 yang terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kamis, 11/06/2026, mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Menyikapi peristiwa tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 09.27.15 WIB dengan pusat gempa berada pada koordinat 2,80 Lintang Utara dan 125,32 Bujur Timur, atau sekitar 8 kilometer barat laut Ondong, Kabupaten Kepulauan Sitaro. Gempa tersebut berada pada kedalaman 4 kilometer.
Meski berkekuatan relatif kecil dan belum menimbulkan dampak yang signifikan, Heronimus Makainas menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mengabaikan pentingnya kesiapsiagaan, mengingat wilayah Sitaro berada di kawasan yang memiliki aktivitas kegempaan dan vulkanik yang cukup tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah,” ujar Makainas.
Makainas menambahkan, kewaspadaan harus dibangun tanpa menimbulkan kepanikan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami langkah-langkah dasar mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya melindungi diri dan keluarga apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Pemerintah daerah melalui BPBD, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga pemerintah kampung terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan yang dapat terjadi pascagempa.
Makainas juga mengingatkan warga untuk mengenali jalur evakuasi di lingkungan masing-masing, menyiapkan perlengkapan darurat sederhana di rumah, serta mengetahui lokasi aman yang dapat dijadikan titik berkumpul apabila terjadi gempa yang lebih kuat.
“Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi bencana. Mari saling mengingatkan, menjaga keselamatan keluarga, dan memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi setiap situasi darurat,” katanya.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.






