Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Sitaro · 21 Mei 2026 04:50 WITA ·

Pala dari Luar Masuk Siau, Nama Besar Pala Siau Dipertaruhkan


0-0x0-0-0# Perbesar

0-0x0-0-0#

12 karung pala yang dikemas dalam karung ukuran besar yang berasal dari kota manado

Sitaro.sulutnews.com — Nama besar Pala Siau selama ini dikenal luas karena kualitasnya yang unggul. Komoditas andalan masyarakat Kabupaten Sitaro itu telah lama menjadi kebanggaan petani lokal dan memiliki nilai tinggi di mata pembeli besar maupun eksportir.

Namun belakangan, muncul kekhawatiran serius di tengah masyarakat terkait masuknya pala dari luar Pulau Siau yang diduga dapat mempengaruhi nilai jual serta reputasi pala asli Siau di pasaran.

Kekhawatiran itu mencuat setelah puluhan karung pala diketahui dimuat di Kapal Penumpang Barcelona Satu dalam pelayaran menuju Siau.

Karani kapal, Novri, mengungkapkan, terdapat 12 karung pala ukuran besar di Dek 1 yang berasal dari Kota Manado. Selain itu, di Dek 2 terdapat lagi 12 karung pala ukuran besar yang berasal dari Pulau Tagulandang. Total sebanyak 24 karung pala diangkut dalam pelayaran tersebut.

Pala yang berasal dari Manado hingga berita ini ditayangkan tidak diketahui siapa pemiliknya. Kondisi ini memunculkan tanda tanya, terlebih karena komoditas tersebut masuk ke wilayah Siau tanpa kejelasan identitas pemilik maupun tujuan distribusinya.

Sementara itu, untuk pala asal Tagulandang, seorang perempuan bernama Yanti mengaku hanya dititipi barang oleh Sulung, warga Kampung Kisihang, Kecamatan Tagulandang Selatan.

Dia menjelaskan, pala yang dibawanya merupakan pala kualitas A yang dibeli di Tagulandang untuk kemudian dijual kembali kepada pengepul pala di Pulau Siau.

Menurut pengakuannya, terdapat selisih harga yang cukup menggiurkan antara Tagulandang dan Siau. Jika di Tagulandang pala kualitas A dibeli dengan harga sekitar Rp63 ribu per kilogram, maka di Siau harga jualnya bisa mencapai Rp68 ribu per kilogram. Selisih harga inilah yang diduga menjadi alasan utama masuknya pala dari luar ke Pulau Siau.

Namun persoalan ini tidak sesederhana mencari keuntungan dari perbedaan harga antarwilayah. Masyarakat khawatir praktik tersebut justru dapat merusak citra dan kualitas pala Siau yang selama ini dijaga ketat oleh para petani lokal.

Pala Siau memiliki reputasi karena kualitasnya yang dianggap lebih baik dibanding pala dari sejumlah daerah lain. Ketika pala dari luar masuk dan beredar di jalur perdagangan yang sama, apalagi jika kualitasnya berada di bawah standar pala Siau, maka dikhawatirkan akan terjadi pencampuran kualitas yang pada akhirnya mempengaruhi penilaian pembeli besar maupun eksportir.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan pasar terhadap pala Siau akan menurun. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh petani lokal yang selama ini bergantung pada stabilitas harga dan kepercayaan pasar terhadap kualitas hasil panen mereka.

Yang lebih memprihatinkan, keuntungan dari praktik seperti ini kemungkinan hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sementara risiko kerugian jangka panjang harus ditanggung oleh masyarakat luas, khususnya para petani pala di Sitaro.

Karena itu, persoalan masuknya pala dari luar daerah tidak bisa dipandang sekadar aktivitas perdagangan biasa. Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait perlu hadir melakukan pengawasan agar identitas dan kualitas Pala Siau tetap terjaga.

Sebab yang sedang dipertaruhkan hari ini bukan hanya soal selisih harga pala, melainkan nama besar Pala Siau yang telah dibangun selama bertahun-tahun oleh kerja keras masyarakatnya sendiri.

Artikel ini telah dibaca 1,223 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Barcelona Satu Angkut 24 Karung Pala, Irwan : Jangan Jadikan Siau Tempat “Cuci Pala”

21 Mei 2026 - 05:46 WITA

Program Khusus MBG Siau Timur Selatan, Soni Maringka: 21 Relawan Dapat Beras Rutin

11 Mei 2026 - 13:59 WITA

Sekretaris Golkar Sitaro Protes Surat Terbuka Bupati Tersangka dugaan Korupsi ke Ketum Partai

8 Mei 2026 - 11:38 WITA

Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar

6 Mei 2026 - 21:52 WITA

DPRD Sitaro Rampungkan Rekomendasi LKPJ 2025, 11 Catatan Disiapkan untuk Pemda

4 Mei 2026 - 23:41 WITA

Sitaro Masadada Park Jadi Mesin Ekonomi, Ronald Pakasi: Tak Butuh Anggaran Besar

30 April 2026 - 13:18 WITA

Trending di Sitaro