Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu Selatan · 6 Mei 2026 08:54 WITA ·

Pemerintah Desa Tanggo Raso Tampak Fokus Mengikuti Seleksi Calon Desa Antikorupsi


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Sulutnews.com Bengkulu Selatan – Proses seleksi calon Desa Antikorupsi di Kabupaten Bengkulu Selatan memasuki babak krusial. Tim penilai gabungan yang terdiri dari Inspektorat Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mulai turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi mendalam di tiga desa unggulan.

Ketiga desa yang kini tengah menjalani penilaian ketat tersebut adalah Desa Tanjung Eran (Kecamatan Pino), Desa Lubuk Sirih Ilir (Kecamatan Manna), dan Desa Tanggo Raso (Kecamatan Pino Raya). Ketiganya diproyeksikan untuk mewakili Bengkulu Selatan pada ajang Perluasan Desa Antikorupsi tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2026.

Keterlibatan tiga instansi ini bertujuan untuk memastikan penilaian dilakukan dari berbagai sudut pandang profesional.

Inspektorat Daerah, Fokus pada audit kepatuhan, pengawasan anggaran, serta pemenuhan regulasi dan SOP pemerintahan desa. Sedangkan Dinas Kominfo, Bertugas memverifikasi aspek keterbukaan informasi publik, kualitas kanal digital desa, serta aktif tidaknya website desa sebagai sarana transparansi informasi kepada masyarakat.

Untuk Menilai sisi pemberdayaan, tata kelola administrasi desa, serta sejauh mana partisipasi masyarakat terlibat dalam pembangunan desa difokuskan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Bupati Bengkulu Selatan, Rifa’i Tajuddin, melalui tim penilai menekankan bahwa desa antikorupsi bukan sekadar label, melainkan sebuah budaya kerja. Verifikasi lapangan dilakukan untuk mencocokkan data administrasi dengan fakta di lapangan, mulai dari kemudahan akses pelayanan publik hingga transparansi baliho APBDes.

“Penilaian ini melibatkan lintas sektor agar hasilnya objektif. Kita ingin desa yang terpilih benar-benar siap secara administrasi dari kacamata PMD, siap secara sistem informasi dari Kominfo, dan bersih secara akuntabilitas dari sisi Inspektorat,” ungkap salah satu anggota tim verifikasi di lapangan.

Hasil dari verifikasi lapangan oleh tim gabungan ini akan menjadi dasar penentuan desa mana yang paling layak diusulkan ke tingkat provinsi. Program ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dalam mendukung instruksi KPK RI untuk menciptakan ekosistem pemerintahan desa yang bersih dan bebas dari praktik pungli maupun korupsi.

Dengan adanya pengawasan ketat dari tim lintas OPD ini, diharapkan desa-desa di Bengkulu Selatan dapat meningkatkan standar pelayanan dan integritas mereka, sekaligus membawa nama baik daerah di level yang lebih tinggi. (JN)

Artikel ini telah dibaca 1,021 kali

Baca Lainnya

Miris! Melalui WhatsApp Oknum TNI Diduga Lecehkan Salah Satu Jurnalis Perempuan   

19 Juli 2026 - 23:37 WITA

Berdalih Penerimaan Perpindahan Siswa Kepala SMKN 5 Bengkulu Selatan Diduga Lakukan Pungli Dan Manipulasi Data APH Diharapkan Turun

18 Juli 2026 - 13:27 WITA

Peletakan Batu Pertama Pembangunan SDN 93 Bengkulu Selatan Desa Karang Cayo

17 Juli 2026 - 12:45 WITA

Warga Desa Gunung Ayu Kecamatan Seginim Sangat Mengharapkan Perhatian Pemerintah Terkait Jalan Sentra Produksi Didesanya

16 Juli 2026 - 10:42 WITA

Miris Kepala SMK Negeri 5 B/S Terima Mutasi Siswa Yang Tingkat Kelas Secara Otomatis Dimanipulasi Menjadi Naik Kelas

16 Juli 2026 - 09:03 WITA

Wujud Pemerintah Desa Kotabumi Kecamatan Pino Peduli Dengan Kesehatan Masyarakat

14 Juli 2026 - 12:09 WITA

Trending di Bengkulu Selatan