Reporter : Dance Henukh
Rote Ndao.Sulutnews.com – Rangkaian kegiatan Festival Literasi Baca yang diselenggarakan di Kabupaten Rote Ndao sejak tanggal 23 hingga 25 April 2026 akhirnya resmi ditutup. Momen penutupan ini menjadi semakin berkesan ketika Putry Susanti Henukh, siswi dari SMP Negeri 2 Lobalain, ditemui oleh awak media pada hari Sabtu, 25 April, di sela-sela rangkaian acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Cristian Nehemia Dillak. Pada kesempatan tersebut, Putry menyampaikan lima pesan penuh makna yang menggambarkan hakikat dan manfaat dari kegiatan tersebut. Sebagai perwakilan generasi muda, suaranya menjadi harapan dan panduan bagi seluruh peserta maupun masyarakat luas.
Dalam pesan pertamanya, Putry menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan mengeja atau membaca kata demi kata. Lebih dari itu, literasi adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merenungkan berbagai jenis tulisan. Melalui kemampuan ini, seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensi diri, menemukan jalan keluar dari berbagai permasalahan hidup, serta berperan aktif dan bermanfaat dalam lingkungan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa secara mendasar, literasi merupakan proses berpikir yang membantu kita menyerap informasi, melatih pikiran agar tajam dan kritis, sekaligus menambah wawasan serta keterampilan yang sangat dibutuhkan di tengah perkembangan zaman sekarang.
Pesan kedua yang disampaikan adalah mengenai tujuan utama dari literasi membaca. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan, sehingga informasi yang diterima dapat ditangkap dengan tepat dan benar. Tidak hanya itu, membaca juga berperan penting dalam membentuk kepribadian yang baik, di antaranya menumbuhkan sikap jujur dan rasa tanggung jawab, baik dalam mengolah informasi maupun saat menyampaikannya kepada orang lain.
Selanjutnya, dalam pesan ketiga, Putry menjelaskan unsur-unsur yang terkandung dalam literasi. Ia menyebutkan bahwa literasi tidak hanya berfokus pada satu hal saja, melainkan meliputi kemampuan membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, serta kemampuan berpikir secara logis. Kelima unsur ini saling berkaitan dan harus dikembangkan secara seimbang agar manfaat yang diperoleh dapat dirasakan secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, cakupan literasi pun sangat luas, meliputi literasi dasar, literasi media, literasi teknologi, literasi perpustakaan, hingga literasi visual yang kini semakin dibutuhkan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pesan keempat berisi langkah-langkah nyata yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi. Putry mengajak seluruh teman sebayanya dan masyarakat untuk membiasakan diri membaca berbagai jenis buku atau tulisan di luar materi pelajaran sekolah, membuat ringkasan dari setiap bacaan agar lebih mudah dipahami dan diingat, serta menjadikan perpustakaan sebagai tempat kunjungan rutin untuk menambah wawasan. Ia juga menyebutkan berbagai manfaat yang akan diperoleh, seperti kemampuan berkomunikasi yang lebih baik, kelancaran dalam menuntut ilmu, kemampuan mengambil keputusan yang tepat, serta terlatihnya pola pikir yang kritis dan analitis.
Terakhir, dalam pesan kelima, Putry menekankan bahwa literasi membaca dan menulis merupakan pondasi utama dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, upaya menumbuhkan budaya membaca perlu dilakukan melalui berbagai gerakan, salah satunya dengan memanfaatkan layanan perpustakaan keliling yang dapat menjangkau daerah-daerah terpencil. Langkah ini sejalan dengan program yang dikembangkan oleh berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Majalengka dan Universitas Pendidikan Indonesia, yang terus berupaya menyebarkan semangat membaca hingga ke pelosok negeri.
Sebagai penutup, Putry menyampaikan harapannya yang tulus. “Bagi kami anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa dan seluruh masyarakat Rote Ndao, semoga semangat yang tumbuh dalam festival ini tidak berhenti hanya sampai di sini. Pesan dan ilmu yang telah dibagikan jangan hanya menjadi kenangan atau acara seremonial belaka, tetapi benar-benar kita jalankan dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga budaya literasi ini menjadi bagian dari jati diri kita dan menjadi pendorong kemajuan daerah tercinta ini,” ungkapnya dengan penuh harapan.







