Reporter: Dance Henukh
Rote Ndao.Sulutnews.com – Kasus di lingkungan GPdI Eklesia Lekik Rote menjadi perbincangan hangat di mana-mana, bagaikan alur cerita yang tak ada habisnya.
Bermula dari keterangan yang disampaikan SM kepada Ketua MD GPdI Provinsi NTT, yang dikonfirmasi pada 26 April 2026. Disebutkan kejadian tak menyenangkan diduga terjadi di tiga tempat: kamar mandi, di mana ada bukti foto dan video, di belakang rumah, serta di kandang babi—tempat yang menimbulkan pertanyaan banyak orang.
Namun, Pdt. Davit Selan selaku pihak yang diduga dengan tegas membantah semua tuduhan. Ia menyatakan tidak mengetahui apa-apa dan menolak mengaku dengan alasan dirinya tidak melakukan.
Berbagai pertemuan telah dihadiri oleh keluarga korban, dan juga pihak terduga, namun tidak menemukan titik temu. Karena tetap bersikukuh pada pendirian masing-masing, keluarga korban akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari pertemuan dengan pimpinan gereja MD GPdI. Hingga kini belum diketahui apakah masalah ini akan diselesaikan melalui jalur internal gereja atau diteruskan ke jalur hukum.( APH)
Kasus ini mengingatkan agar pencarian kebenaran dilakukan dengan adil, agar demi ketenteraman di lingkungan persekutuan dapat kembali terwujud.







