Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Internasional · 26 Apr 2026 02:48 WITA ·

Festival Literasi Baca: Pertunjukan Budaya Warnai Malam Penutupan


Festival Literasi Baca: Pertunjukan Budaya Warnai Malam Penutupan Perbesar

Reporter: Dance Henukh

Rote Ndao.Sulutnews.com – Malam penutupan Festival Literasi Baca yang berlangsung pada 25 April 2026 menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan dan mempromosikan budaya gemar membaca di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi wadah berharga untuk menghidupkan kembali serta menampilkan kekayaan warisan budaya daerah. Salah satu penampilan yang paling dinanti dan menghiasi rangkaian acara tersebut adalah Tari Foti, tarian khas yang menjadi kebanggaan masyarakat Rote Ndao.

Saat pertunjukan dimulai, perhatian seluruh penonton terpusat pada panggung. Para penari tampil memukau dengan mengenakan busana adat lengkap beserta perhiasan khas yang indah, diiringi gerakan yang lincah dan selaras dengan alunan musik pengiring yang merdu. Lebih dari sekadar keindahan bentuk seni, setiap gerakan yang diperagakan mengandung makna mendalam. Ia menggambarkan kearifan lokal masyarakat setempat yang dikenal memiliki sifat tangguh, senantiasa bersyukur atas nikmat yang diterima, serta menjaga hubungan yang harmonis baik dengan alam sekitar maupun sesama manusia.

Penampilan tari ini ibarat sebuah “bacaan hidup” yang sarat dengan nilai-nilai luhur, sehingga sejalan dengan tujuan utama diselenggarakannya festival. Melalui gerakan dan cerita yang dibawakan, terkandung ajaran tentang pentingnya hidup bergotong royong, ketekunan dalam berusaha, serta rasa bangga yang mendalam terhadap identitas daerah sendiri. Hal ini sekaligus mengingatkan kita bahwa kegiatan membaca dan upaya melestarikan budaya bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan keduanya merupakan wujud nyata dari rasa cinta terhadap tanah air.

Acara ini membuktikan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik dan kekuatan tersendiri untuk menginspirasi serta menyatukan hati banyak orang. Membaca berarti membuka pintu wawasan dan pengetahuan, sedangkan menjaga warisan budaya berarti memperkuat akar jati diri bangsa. Keduanya merupakan modal yang sangat berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik, mewujudkan generasi yang cerdas, berilmu, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Dari Pelosok Menuju Puncak: Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Nduadi di Desa Sotimori

26 April 2026 - 03:29 WITA

Dokumen Kesimpulan Penggugat dalam Perkara Nomor 1/G/2026/PTUN.MDN

25 April 2026 - 11:51 WITA

Kepala SD Nduadi dan Kepala UPTD SMPN 1 Ndao Diapresiasi Berprestasi dalam Pengelolaan Dana BOS Oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao

25 April 2026 - 11:34 WITA

Kepala UPTD SMP Negeri 1 Lobalain Tidak Ada Kemampuan: Kondisi Memprihatinkan di Tengah Pusat Kota

25 April 2026 - 11:19 WITA

Gerry Bauana Sukses Menyelesaikan Pendidikan, Doa Orang Tua Selalu Menyertai

25 April 2026 - 00:01 WITA

Festival Literasi Baca Di Malam Kedua 24 April Menghidupkan Kembali Budaya Khas Daerah

24 April 2026 - 23:42 WITA

Trending di News