Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Bisnis · 20 Apr 2026 19:03 WITA ·

Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia


Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia Perbesar

Jakarta, 20 April 2026 – Memasuki awal pekan, perhatian pelaku pasar nasional masih tertuju pada pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah yang sempat menyentuh level terlemahnya di angka Rp17.189 per dolar Amerika Serikat pada Jumat 17 April 2024 lalu. Angka ini mencerminkan pelemahan sekitar 0,97% dalam satu bulan terakhir, yang dipicu oleh tingginya inflasi di Amerika Serikat serta dinamika suku bunga internasional.

Sebelumnya, berdasarkan data dari artikel Asatunews tersebut, Bank Indonesia sebenarnya memiliki proyeksi optimis bahwa Rupiah dapat kembali menguat ke level Rp16.400 pada akhir tahun 2026, namun mengenai prediksi nilai tukar ke depan, para analis pasar menunjukkan pandangan yang cukup beragam namun cenderung waspada. 

Namun, realita di lapangan masih dibayangi tantangan berat, termasuk keputusan International Monetary Fund (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0%. Sehingga ketidakpastian mengenai kapan Rupiah akan kembali stabil membuat banyak pelaku pasar mulai berhati-hati dan mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil. 

Salah satu aset diversifikasi yang kini dipandang sebagai alternatif lindung nilai adalah Tether ($USDT) karena likuiditas harga nya berbanding 1:1 dengan dolar Amerika Serikat (USD), sehingga pergerakannya cenderung lebih stabil dan berpotensi meningkat. Selain itu sebagai aset kripto, $USDT bersifat fraksional sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah.

Bertepatan dengan ini, Bittime juga turut menghadirkan Bittime Mining Points 2.0 yang memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan total prize pool hingga $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA). Ini dipandang sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital, di tengah kondisi tekanan nilai Rupiah.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penanganan Gogosan Jalur KA Cibeber–Lampegan Selesai, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal

20 April 2026 - 21:30 WITA

Update Penanganan Gogosan di Petak Jalan Cibeber–Lampegan, Sejumlah Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan Demi Keselamatan

20 April 2026 - 20:55 WITA

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu

20 April 2026 - 19:45 WITA

BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

20 April 2026 - 19:30 WITA

Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Biaya Tak Jadi Halangan

20 April 2026 - 17:50 WITA

Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri

20 April 2026 - 17:29 WITA

Trending di Bisnis