Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 29 Jun 2026 16:22 WITA ·

Setelah 14 Tahun Menikah, Ini Pelajaran Terbesar Regi Datau dan Ayu Dewi Tentang “Happy Wife, Happy Life”


Setelah 14 Tahun Menikah, Ini Pelajaran Terbesar Regi Datau dan Ayu Dewi Tentang “Happy Wife, Happy Life” Perbesar

Bagi Ayu Dewi dan Regi Datau, kebahagiaan rumah tangga ternyata tidak selalu datang dari hal besar. Justru sering kali dimulai dari perhatian sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Jakarta — Ungkapan “Happy Wife, Happy Life” mungkin sudah sering terdengar. Namun setelah 14 tahun menjalani pernikahan bersama Ayu Dewi, Regi

Datau memiliki pemaknaan yang sedikit berbeda mengenai kalimat tersebut.

Menurutnya, membahagiakan pasangan bukan berarti selalu memberikan hadiah mahal atau kejutan besar.

Sebaliknya, kebahagiaan sering kali lahir dari kesediaan untuk mendengarkan, memahami, dan mendukung hal-hal yang dianggap penting oleh pasangan.

“Menurut saya happy wife bukan berarti harus selalu menuruti semua keinginan istri. Tapi memahami apa yang membuat dia merasa nyaman, bahagia, dan menjadi dirinya sendiri,” ujar Regi.

Pandangan tersebut juga diamini oleh Ayu Dewi.

Di tengah kesibukannya sebagai public figure, entrepreneur, ibu, dan istri, Ayu mengaku bahwa bentuk perhatian yang paling ia hargai justru bukan sesuatu yang mewah. Melainkan ketika orang-orang terdekat memahami hal-hal yang penting baginya.

“Kadang perempuan itu nggak selalu butuh sesuatu yang besar. Kadang cuma ingin didengarkan dan diperhatikan,” kata Ayu.

Menurut Ayu, salah satu bentuk perhatian terhadap diri sendiri yang selama ini ia jaga adalah meluangkan waktu untuk melakukan self-care.

Bukan semata karena tuntutan pekerjaan, melainkan karena ia percaya bahwa ketika seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri, ia akan lebih mudah menjalani berbagai peran dalam hidupnya.

“Aku percaya kalau kita happy dengan diri sendiri, energi itu juga akan terasa ke keluarga, pekerjaan, dan orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.

Bagi Ayu, self-care tidak selalu harus identik dengan kemewahan.

Kadang sesederhana menyediakan waktu untuk beristirahat, menjaga kesehatan tubuh, berolahraga, atau melakukan perawatan yang membantu dirinya merasa lebih segar dan percaya diri.

Pandangan tersebut sejalan dengan tren yang kini semakin banyak dianut perempuan modern.

Menurut dr. Dara Ayuningtyas, Chief Clinical Officer ZAP, semakin banyak perempuan yang melihat perawatan diri sebagai bagian dari wellbeing, bukan sekadar urusan penampilan.

“Dulu banyak orang datang untuk treatment karena ingin mengubah penampilan. Sekarang alasannya lebih luas. Mereka ingin merasa lebih nyaman dengan diri sendiri, menjaga kesehatan kulit, dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” jelas dr. Dara.

Karena itu, konsep self-care tidak lagi hanya berbicara mengenai bagaimana seseorang terlihat. Tetapi juga bagaimana seseorang merasa.

Bagi Regi dan Ayu, perjalanan 14 tahun pernikahan mereka mengajarkan bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak dibangun melalui satu momen besar.

Melainkan melalui banyak perhatian kecil yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menyediakan waktu untuk keluarga, mendukung aktivitas satu sama lain, hingga memahami hal-hal sederhana yang membuat pasangan merasa dihargai.

Ketika ditanya apa rahasia menjaga hubungan tetap hangat setelah 14 tahun menikah, Ayu menjawab dengan sederhana.

“Kita sama-sama belajar untuk terus bertumbuh. Karena yang berubah bukan cuma usia, tapi juga kebutuhan, prioritas, dan cara kita melihat hidup.” Regi pun menambahkan bahwa pada akhirnya setiap pasangan memiliki definisi kebahagiaannya masing-masing.

Namun satu hal yang menurutnya selalu relevan adalah kesediaan untuk terus saling mendukung.

“Karena kalau pasangan kita merasa bahagia, nyaman, dan percaya diri, biasanya rumah juga ikut terasa lebih hangat.”

Mungkin itulah makna sebenarnya dari Happy Wife, Happy Life. Bukan tentang siapa yang paling banyak memberi, tetapi tentang siapa yang paling sungguh-sungguh berusaha memahami.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 942 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KALOG Express Perluas Peluang Kemitraan, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

23 Juli 2026 - 19:40 WITA

Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

23 Juli 2026 - 16:40 WITA

Ribuan Pengunjung Meriahkan The 9th Manawa Festival 2026 Sebuah Kolaborasi Harmoni Budaya dan Inovasi Bisnis BINUS @Bandung

23 Juli 2026 - 16:30 WITA

Segini Rata-rata Biaya Pasang WiFi dan Kenapa Harganya Bisa Berbeda Tiap Wilayah

23 Juli 2026 - 16:28 WITA

Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar bagi Anak Penyandang Disabilitas

23 Juli 2026 - 15:33 WITA

Memangkas Tikungan, Menghubungkan Kawasan: WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani

23 Juli 2026 - 15:11 WITA

Trending di Bisnis