Bitung, Sulutnews.com — Pasokan air bersih dari PDAM Duasudara Kota Bitung yang didistribusikan kepada masyarakat mengalami gangguan serius.
Gangguan ini terjadi setelah gempa bumi berkekuatan M7.6 mengguncang Kota Bitung pada Kamis (02/04/2026) pukul 06.49 WITA.
Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami kondisi air yang keruh kecoklatan dan tidak layak untuk dikonsumsi.
Gangguan tersebut diduga dipicu oleh terganggunya sistem distribusi serta adanya endapan dalam jaringan pipa akibat guncangan gempa.
Direktur Utama PDAM Duasudara, Alfred Salindeho menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan tersebut.
Ia memastikan bahwa tim teknis saat ini tengah bekerja di lapangan untuk memperbaiki sistem dan menormalkan kembali kualitas air.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan layanan air bersih. Saat ini tim sementara bekerja di lapangan untuk menormalkan keadaan,” ujarnya.
Adapun sejumlah wilayah yang terdampak tersebar di beberapa zona pelayanan, di antaranya:
Wilayah PD 1 meliputi Perumnas Blok A, B, D, E, dan F, Perum Bumi Dian Indah, Kompleks Perum Bimoli, Kompleks Gereja Kyrios, serta area IPA Pinokalan seperti Bak Indoword.
Wilayah PD 2 mencakup Kompleks Kampung Kodok, Tanjung Merah, PT Nutrindo, Permata Hijau, dan Manembo Nembo Bawah.
Wilayah PD 3 meliputi Aspol Pinokalan, Vila Pinokalan, dan Griya Permata Asri Pinokalan.
Selain itu, beberapa wilayah tengah menjalani proses pengurasan jaringan, seperti Perumnas Blok F bagian depan dan belakang serta Teling bagian bawah.
Distribusi dari Pompa Timur 150 turut terdampak di Perum Beverly, Glory Residence, Perum Paron, Perum Regina, Lorong Cendana, Gloryland, Primkop, Risky Girian Indah, hingga Clifford.
Sementara itu, Pompa Timur 250 mencakup wilayah Giper Lama, Asabri I, Perumnas Blok F (depan dan belakang), Mangga 2 Atas, Risky Wangurer Lama, hingga Risky Wangurer Baru Residence.
Untuk sumber air dari Danowudu (Sumber 3), dampak dirasakan di Perum Mandiri dan Perum Porodisa.
Terkait kondisi ini, pihak PDAM mengimbau masyarakat untuk sementara tidak mengonsumsi air yang keruh dan menunggu hingga distribusi kembali normal.
(Tzr)







