Bitung, Sulutnews.com — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung memicu kewaspadaan tinggi dari pemerintah daerah dan instansi terkait, menyusul adanya potensi tsunami yang masih dipantau.
Kepala BPBD Bitung, Fivy Kadeke menyatakan Tsunami telah terjadi dengan ketinggian air laut 20centimeter.
Meski demikian, ia mengutarakan pihaknya tetap siaga penuh di ruang Command Center untuk memantau perkembangan situasi secara real time.
“Jajaran BPBD Bitung tetap stand by di ruang Command Center,” ujarnya. Kamis(02/04/26).
Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari BMKG terkait status peringatan dini tsunami yang saat ini berada pada level Peringatan Dini -3.
“Kami menunggu hingga Peringatan Dini -3 ini, apakah ada kelanjutan atau akan diakhiri oleh BMKG,” jelasnya.
Di sisi lain, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif guna mengurangi mobilitas masyarakat serta meminimalisir potensi risiko jika terjadi dampak lanjutan dari gempa.
Terinformasi, saat ini, pukul 10:56wita, BMKG menyatakan peringatan Dini Tsunami di cabut.
Meski demikian, potensi gempa susulan masih bisa terjadi, untuk itu masyarakat di himbau tetap waspada
(Tzr)







