Bitung, Sulutnews.com– Ustad Safrul Try Amien Robiyanto menyampaikan tausiah singkat di kawasan Ramadhan Fest, pusat Kota Bitung, Selasa (03/03/2026), menjelang waktu berbuka puasa.
Ceramah tersebut disampaikan di tengah aktivitas pedagang takjil dan warga yang berbelanja untuk persiapan berbuka.
Dalam tausiahnya, ia mengajak jamaah memaknai Ramadan sebagai langkah untuk membersihkan diri.
“Ramadan bermakna membakar dosa-dosa dan kesalahan kita. Bukan hanya itu, Ramadan juga menjadi pembakar ego, kesombongan dan keangkuhan kita di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kewajiban berpuasa tidak hanya diperintahkan kepada umat Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kepada umat-umat terdahulu.
Menurutnya, puasa memiliki makna mendalam karena mengajarkan manusia untuk menahan lapar, dahaga serta hawa nafsu.
Dalam ceramahnya, Ustad Safrul mengutip kisah tentang penciptaan akal dan nafsu.
Ia menuturkan bahwa akal diciptakan dengan ketaatan kepada Allah, sementara nafsu bersifat membangkang hingga akhirnya ditundukkan melalui puasa.
Melalui penjelasan tersebut, ia mengajak bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi sarana melatih pengendalian diri serta membentuk kerendahan hati.
Kegiatan tausiah sore itu berlangsung sederhana dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan Fest yang rutin digelar di pusat Kota Bitung selama bulan suci Ramadan.
(Tzr)





