Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Manado · 20 Feb 2026 17:51 WITA ·

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Schramm Apresiasi Capaian Pembangunan Makro Ekonomi Sulut Selama Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur YSK dan Wagub JVM


Foto ' Gubernur Sulut YSK dan Wagub JVM Perbesar

Foto ' Gubernur Sulut YSK dan Wagub JVM

Manado, Sulutnews.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Schramm SH.MH mengapresiasi capaian pembangunan di Sulut seperti Makro ekonomi dimana Pertumbuhan Ekonomi ( PE) capai 5,95 persen hinga triwulan IV tahun 2025 dan secara keseluruhan 5,66 persen tahun 2026 sesuai data Biro Pusat Statistik ( BPS) Sulut selama satu tahun kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Wagub Johanes Viktor Mailangkay ( JVM) pada Jumat 20 Februari 2026 ini.

“Capaian PE ini melebihi capaian PE secara nasional. Dan ini karena kerja keras dan cepat tepat serta kolaborasi yang baik pusat dan daerah serta dengan DPRD Sulut” kata Louis Schramm SH MH kepada wartawan Sulutnews.com Jumat (20/2) lewat telepon menangapi satu tahun kepemimpinan Gubernur YSK dan Wakil Gubernur JVM pada Jumat 20 Februari 2026.

Foto – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Schramm SH MH

Gubernur YSK dan Wagub JVM dilantik pada 20 Februari 2025 tahun lalu di Halaman Istana Negara Jakarta bersama Bupati dan Walikota se- Sulut dan daerah lain.

Menurut Louis capaian Makro ekonomi terutama PE cukup baik dan kemiskinan menurun serta penganguran dan generatio atau jarak yang kaya dan miskin semakin menyempit serta capaian lainnya itu secara obyektif dari BPS. Dan itu data akurat dan obyektif karena BPS itu independen dan kerja profesional” Jadi saya sebagai Fraksi Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra dan Pendidikan di DPRD Sulut banga dan berikan apresiasi capaian Makro ekonomi” kata Louis yang juga berprovesi Pengacara itu.

Dikatakan sejak dilantik 20 Februari 2025 atau satu tahun lalu Gubernur dan Wagub langsung bekerja meski ada kegiatan pembekalan di Magelang usai dilantik. Namun langsung tanjab gas kerja keras dan kolaborasi semua pihak dan hasilnya cukup baik.

Untuk sektor kebutuhan dasar seperti kesejahtraan dan kesehatan serta pendidikan yang menjadi faktor peningkatan PE itu memang terjadi peningkatan. Bahkan untuk kesehatan ada penghargaan dari Kemenkes terkait pelayanan juga bidang tenaga kerja. Bahkan pendidikan dengan dukungan pemerintah pusat untuk revitalisasi sekolah tahun 2025 dan juga dana untuk tenaga pendidikan lewat BOS juga itu semua menunjang kemajuan kualitas pendidikan.

Sektor Pariwisata

Begitu juga dengan sektor pariwisata. Pemda Sulut mulai perbaiki beberapa obyek wisata di Sumaru Endo di Danao Tondano, Obyek Wisata Kanonang dan Taman Laut Bunaken serta yang lain itu semua untuk meningkatkan ekonomi daerah.

Apalagi terbukanya konektifitas jalur penerbangan Manado ke – beberapa Kota di Thiongkok China, Jepang dan Korea serta Singapura. Ini semua upaya untuk mendatangkan wisatawan asing yang banyak karena multiplayer efek sektor pariwisata itu besar sekali terutama untuk hotel, restoran dan UMKM.” DPRD Sulut mendorong terus berinovasi agar pariwisata kita terus meningkat kedepan” kata Louis yang juga sebagai Ketua DPC Gerinda Kota Manado.

Foto – Mentri ART/ Kepala BPN Gusron Wahid ( kanan) Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE ( tengah) dan Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Andi Silangen ( kiri) saat Menerima Dokumen RTRW di Jakarta Kamis (19/2) usai di Tandatangani Menteri Gusron Wahid.

Ditambahkan, keberhasilan ini karena juga kolaborasi dengan 15 Kabupaten dan Kota tetap solid. Dan dengan DPRD Sulut lebih solid karena dalam pembahasan angaran dan Perda berjalan lancar tanpa hambatan.” Ini luar biasa komunikasi dengan DPRD cukup baik” kata Louis.

Investor Akan Masuk

Bahkan sebagai DPRD Sulut berbanga juga karena dibawah kepemimpinan YSK dan JVM Untuk Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW) Sulut yang diperjuangkan sejak tujuh tahun lalu sudah ada persetujuan dari Menteri ATR/ BPN Gusron Wahid di Jakarta Kamis (19/2) ” Ini tingal di Perdakan pekan Depan di DPRD Sulut .Dan dipastikan akan meningkat investor masuk ke Sulut bila ada RTRW yang jelas” kata Louis.

Louis berharap capaian tahun pertama kepemimpinan YSK dan JVM harus dipertahankan bahkan ditingkatkan terutama PE dan sektor lainnya. Kita tentunya tidak bole berpuas diri ditahun pertama namun harus kerja keras ditahun kedua dan seterusnya.

Karena Kerja Keras

Sementara Plt Sekprov Sulut Dr Denny Mangala M.Si kepada wartawan Sulutnews.com Jumat (20/2) lewat telepon mengatakan, kerja keras Gubernur dan Wagub selama satu tahun kepemimpinan meraih capaian yang baik terutama Makro ekonominya. Memang sejak dilantik satu tahun lalu 20 Februari 2025 langsung ada pembekalan di Magelang. Dan efektif mulai kerja awal Maret 2025 . Namun capaian sangat baik karena langsung kerja kerja untuk membangun Sulut”Kita memang belum bisa berpuas diri dengan capaian ini dimana PE kita baik dan juga sektor ekonomi membaik” ujar Mangala yang juga menjabat Asisten I Pemda Sulut.

Kerja tim dan kolaborasi semua Dinas dan OPD dan 15 Kabupaten Kota serta dengan Pemerintah pusat dan mitra kerja DPRD Sulut dan dukungan masyarakat itu juga merupakan faktor membaiknya ekonomi daerah. Gubernur menurut Mangala terus dorong pariwisata perikanan dan juga pertambangan dan buka konektifitas penerbangan luar negeri ini dampak multiplayer efek baik untuk ekonomi rakyat.
Sementara dari data yang relis dari BPS Sulut beberapa waktu lalu terkait akumulasi PE Sulut selama tahun 2025 capai 5,66 persen dengan “Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 204,75 triliun (harga berlaku) atau Rp 113,66 triliun (harga konstan 2010).

Yang paling menonjol dari capaian ini bukan hanya angka pertumbuhan yang tinggi, melainkan bagaimana manfaatnya mulai menyebar ke berbagai lapisan masyarakat – dari peningkatan lapangan kerja formal hingga penurunan ketimpangan yang signifikan.

Dari sisi struktur produksi, Industri Pengolahan menjadi tulang punggung pertumbuhan dengan kenaikan sebesar 9,97 persen. Ini menunjukkan bahwa upaya mendorong nilai tambah produk lokal mulai memberikan hasil nyata.

 

Foto – Plt Sekprov Sulut Dr Denny Mangala M.Si

Dari sisi permintaan, ekspor luar negeri mencatatkan lonjakan fantastis hingga 28,42 persen – bukti bahwa komoditas dan produk olahan Sulut semakin diterima di pasar global.

Bahkan Performa ekonomi Sulut semakin mengesankan di akhir tahun. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan tahunan (y-on-y) mencapai 5,95 persen, sementara pertumbuhan kuartalan (q-to-q) melonjak hingga 7,02 persen. Lonjakan ini didorong oleh belanja pemerintah yang naik tajam 21,75 persen serta sektor jasa lainnya yang tumbuh 20,61 persen.

Untuk sektor ketenagakerjaan. Pada November 2025, jumlah angkatan kerja Sulut mencapai 1,43 juta orang, dengan penduduk bekerja sebanyak 1,35 juta orang. Sektor Pengadaan Listrik, Air, dan Gas menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak – sebuah indikasi bahwa infrastruktur dasar yang berkembang juga menciptakan peluang kerja.

Peningkatan kualitas pekerjaan: porsi pekerja formal kini mencapai 46,93 persen. Hal ini berarti lebih banyak warga Sulut menikmati jaminan sosial dan pendapatan yang lebih stabil. Akibatnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan menjadi 5,78 persen, atau turun 0,21 poin persentase dibanding periode sebelumnya.

Untuk bidang kesejahteraan sosial data BPS juga menunjukan persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 6,62 persen, turun 0,09 poin dibanding Maret.

Di wilayah perkotaan, angka kemiskinan bahkan turun cukup drastis menjadi 3,95 persen.

Tetapi tantangan tetap ada di wilayah pedesaan yang masih mencatatkan angka kemiskinan sebesar 10,11 persen.
Pencapaian yang patut diperhatikan adalah penurunan tingkat ketimpangan pengeluaran (gini ratio) menjadi 0,341. Berdasarkan standar Bank Dunia, kelompok 40 persen terbawah kini mendapatkan pangsa hampir 19,90 persen dari total pengeluaran masyarakat – sebuah bukti bahwa pertumbuhan ekonomi mulai menjadi lebih inklusif.(Fanny)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

Baca Lainnya

Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Manado Berlakukan Penyesuain Dan Perubahan Jam Kerja Selama Bulan Ramadhan 2026

25 Februari 2026 - 13:45 WITA

Henry Walukow Usulkan Gunernur Sulut YSK dan Wakil Gubernur Vicktory Dianugrahi Gelar Bapak Pertambangan Rakyat

24 Februari 2026 - 20:29 WITA

Sulut Miliki Perda RTRW, Rocky Wowor : Penambang Rakyat Terlindungi

24 Februari 2026 - 19:34 WITA

Tendris Bulahari Dorong Ekonomi Pesisir Naik Kelas Lewat HLM Strategis

24 Februari 2026 - 13:00 WITA

Serahkan Dokumen Pemandangan Akhir Fraksi Gerindra, Grcia Oroh : Perda RT/RW “Buku Suci” Pembangunan Sulut

24 Februari 2026 - 06:26 WITA

Ditengah Efisiensi 45 Anggota DPRD Sulut Terima Laptop. Nicklas Silangen : Untuk Meminimalisir Kerja Anggota DPRD

24 Februari 2026 - 05:19 WITA

Trending di Manado