Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bengkulu Selatan · 10 Feb 2026 16:02 WITA ·

Dituduh Maling Sawit Diduga Terjadi Pemerasan Dengan Beralibi Adanya Laporan Dengan Penegak Hukum


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Sulutnews.com Bengkulu Selatan – heboh dengan apa yang terjadi di kecamatan Pino raya, dengan adanya kejadian pemilik kebun sawit inisial A membongkar diduga maling sawit di kebunnya sendiri, sesuai informasi yang di dapat terduga pencuri sawit di kebun A berjumlah empat orang.

Keempat terduga pelaku pencuri sawit di kebun A menceritakan kronologis kejadian yang di alami mereka, yang mana mereka mengambil buah sawit di kebun A sebanyak tujuh ratus tujuh puluh kilo gram dan sedang proses penjualan kemudian A pemilik kebun menemukan mereka sedang melakukan pengambilan buah sawit tersebut.

Atas kejadian itu menurut salah satu terduga pelaku pencurian dan sekaligus diduga korban pemerasan oleh oknum A bahwa mereka (diduga pelaku) di laporkan oleh pemilik kebun sawit ke pihak berwajib.

Lebih lanjut Salah satu oknum diduga pelaku pencurian sempat di panggil ke Polsek terdekat inisial C, untuk dimintai keterangan terkait terjadinya kronologis dugaan pencurian sawit tersebut.

Namun dari pengakuan terduga pelaku pencurian tampak terlihat proses yang janggal atas adanya kejadian ini, yang mana sesuai pengakuan terduga pelaku inisial C bahwa dari empat terduga pelaku cuman dirinya yang di panggil, akan tetapi C dan MJ mengakui bahwa perdamaian di lakukan di rumah pribadi  pemilik sawit inisial A.

Pada perdamaian tersebut MJ menceritakan bahwa dirinya pertama sekali dari ketiga rekannya yang menyerahkan sejumlah uang sebesar lima belas juta rupiah yang mana penyerahan tersebut di saksikan oleh orang dekat MJ, kemudian terduga pelaku inisial C juga mengakui menyerahkan sejumlah uang senilai sepuluh juta rupiah di waktu yang berbeda sesuai keterangan C.

Sementara sesuai keterangan inisial C bahwa kedua temannya yang lain yakni inisial L juga menyerahkan uang sebesar sepuluh juta rupiah dan P sebesar limajuta rupiah dengan waktu yang berbeda atas pengakuan C.

Dengan adanya informasi yang di berikan oleh terduga pelaku inisial C maka dapat di simpulkan bahwa perdamaian tersebut senilai empat puluh juta rupiah, yang mana sesuai pengakuannya bahwa uang tersebut di serahkan dengan pemilik kebun inisial A dan disaksikan oleh oknum polisi sesuai penjelasan C.

Atas adanya pengungkapan dugaan pencurian yang di lakukan oleh keempat pelaku, Arif salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan mendukung adanya pengungkapan untuk memberikan efek jera bagi pelaku pencurian namun pada eksekusi akhir yang di lakukan timbulkan kecurigaan bahwa pemilik sawit diduga hanya mengatas namakan penegak hukum, hal itu dinilai terjadi karena apabila memang benar atas dasar laporan resmi kenapa terduga pelaku lakukan perdamaian dengan mengeluarkan sejumlah uang hingga empat puluh juta rupiah di rumah pemilik kebun sawit inisial A bukan di kantor polisi.

Terpisah pemilik kebun sawit inisial A saat di konfirmasi menyatakan bahwa dirinya tidak penting di beritakan namun akhirnya dirinya memberi penjelasan bahwa apabila hendak di beritakan terserah, yang jelas dirinya menyatakan bahwa itu interen lpemilik  sawit dengan keempat terduga pelaku.

“Saya memang sudah melapor namun terkait melapor itu Kemana itu interen aku pribadi dengan mereka, karena apabila untuk menggali lebih dalam itu namanya bukan interen, karena aku tidak selera di berita berita. Masalah naik berita terserah yang penting berita itu jangan sampai salah kata karena apabila beritanya nanti sampai salah kata aku juga tidak terima” ujar A.

Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi dengan pihak berkompeten lainnya masih sedang di upayakan. (JN)

Artikel ini telah dibaca 1,226 kali

Baca Lainnya

Bupati Bengkulu Selatan Hadiri Penyambutan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I

16 Februari 2026 - 09:31 WITA

Miris Diduga Buat Kebijakan Melebihi Bupati Oknum Pegawai Dikbud Titipkan Guru P3K Paruh Waktu

15 Februari 2026 - 16:03 WITA

Kepala SD Negeri 59 Serta Kepala SD Negeri 76 Diduga Tidak Mengindahkan Kebijakan Bupati Dalam Menempatkan P3K Paruh Waktu

14 Februari 2026 - 17:16 WITA

Baru Diangkat Sudah Jadi Titipan Disekolah Lain Oknum Guru P3K Paruh Waktu Diduga Melanggar Regulasi

14 Februari 2026 - 09:07 WITA

Pemerintah Bengkulu Selatan Berharap Tebat Gelumpai Menjadi Sumber Ekonomi Bengkulu Selatan Kedepan

13 Februari 2026 - 07:34 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Trending di Adat Budaya