Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Adat Budaya · 6 Feb 2026 11:09 WITA ·

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia


Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia Perbesar

Reporter : Dance Henukh

KUPANG – Kisah Haji Malik Mahboob Ahmad, seorang musafir asal Pakistan yang menyebarkan kebaikan dan berkah bagi masyarakat Kupang, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Awalnya berencana untuk melakukan persinggahan singkat di Kupang sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia, beliau justru menemukan keluarga baru dan meninggalkan jejak mendalam dalam kehidupan masyarakat setempat.

Perjalanan Haji Malik menuju Australia dimulai dari tanah kelahirannya di Pakistan pada tahun 1987. Setelah melalui proses perjalanan yang panjang dan berbagai prosedur administrasi perjalanan internasional, beliau menetapkan rute yang melewati Indonesia, dengan Kupang sebagai salah satu titik persinggahan untuk istirahat dan menyiapkan kelengkapan perjalanan selanjutnya. Pada bulan suci Ramadan saat itu, beliau tiba di Kupang dengan harapan dapat segera melanjutkan perjalanan ke tujuan akhirnya.

Namun, takdir memiliki rencana tersendiri. Saat berada di Kupang, Haji Malik bertemu dengan Bapak Usman Siddin, yang kemudian dianggapnya sebagai ayah sendiri. Kedekatan yang terjalin membuat beliau tinggal sementara di rumah Pak Usman, di mana kabar tentang kebaikan, kesalehan, dan kemampuannya dalam memberikan nasihat serta doa yang penuh berkah segera menyebar. Masyarakat dari berbagai latar belakang mulai datang untuk berkonsultasi dan meminta bimbingan, menjadikan rumah Pak Usman sebagai pusat silaturahmi dan kebaikan.

Meskipun awalnya hanya berencana untuk singgah sebentar, kondisi visa dan proses administrasi membuat beliau harus tinggal lebih lama di Kupang. Setelah melalui serangkaian prosedur imigrasi dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat Kupang, beliau akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Jakarta terlebih dahulu, sebelum kemudian mencapai Australia sesuai dengan rencana awal.

Di Australia, Haji Malik tetap melanjutkan misinya menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai spiritual. Beliau juga mengembangkan usaha pembuatan permadani rajutan tangan yang dikenal memiliki nilai seni, filosofi, dan energi positif tinggi, dengan bahan yang halal dan thayyib. Karyanya kemudian dikenal luas dan dipercaya oleh para pemimpin dunia, termasuk enam Presiden Republik Indonesia yang pernah bersentuhan dengan karya dan doa beliau.

Meski telah mencapai tujuan perjalanannya ke Australia, hubungan Haji Malik dengan masyarakat Kupang dan keluarga Pak Usman tetap terjaga erat hingga saat ini. Kisahnya menjadi bukti bahwa perjalanan hidup yang penuh ketulusan dapat membawa berkah tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi banyak orang di sepanjang jalan.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

SMA Negeri 1 Manado Berakreditasi “A” Siap Terima Siswa ADEM Dari Daerah 3T Tahun 2026, SMK Negeri 1 Terserah Jumlahnya

6 Februari 2026 - 11:42 WITA

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

6 Februari 2026 - 11:39 WITA

Taruna Ikrar Kepala BPOM Resmikan Cafe Jamu Indonesia di PIK 2: Dari Warisan Leluhur ke Masa Depan Kesehatan Global

6 Februari 2026 - 11:36 WITA

Libur Tahun Baru Imlek 2577, KAI Divre III Palembang Sediakan 16.008 Tempat Duduk

6 Februari 2026 - 11:32 WITA

Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”

6 Februari 2026 - 11:26 WITA

Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026

6 Februari 2026 - 11:19 WITA

Trending di Bisnis
error: Content is protected !!