Sitaro.sulutnews.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chintya Ingrid Kalangit, Kapolres AKBP Iwan Permadi, serta jajaran pejabat TNI-Polri dan pemerintah daerah secara langsung menyambut kedatangan Gubernur Sulawesi Utara (sulut), Yulius Selvanus, yang tiba di Bandara Taman Bunga Karno, Siau, pada Selasa, 6/1/2026 sore.
Kedatangan orang nomor satu di Sulawesi Utara ini didampingi rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, bertujuan untuk meninjau dan memastikan penanganan bencana berjalan maksimal, termasuk ketersediaan logistik, layanan kesehatan, serta proses evakuasi bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro pada 5 Januari 2026.

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus sementara berdialog dengan warga yang mengungsi di gedung musium ulu siau
Gubernur beserta rombongan meninjau Kelurahan Bahu (Sondang) dan berdialog langsung dengan Bupati serta unsur Forkopimda Sitaro untuk memastikan proses penanganan pascabencana berjalan lancar. Selanjutnya, Gubernur bersama rombongan, Bupati Sitaro, serta unsur Forkopimda meninjau lokasi pengungsian yang berada di Gedung Museum Ulu Siau. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke warga terdampak yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Ulu Siau serta sejumlah titik lainnya.
Banjir bandang tersebut terjadi pada 5 Januari 2026 sekitar pukul 03.00 WITA. Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Selasa, 6 Januari 2026, pukul 14.30 WITA, tercatat sebanyak 244 kepala keluarga dengan total 693 jiwa terdampak di sejumlah kampung dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, 316 orang berjenis kelamin laki-laki dan 375 perempuan.
Lokasi terdampak meliputi Kampung Bahu, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Bumbiha, Paseng, dan Bandil. Titik-titik pengungsian tersebar di Gedung Museum Ulu Siau, Gereja Betabara Paseng, serta rumah kerabat warga.
Berdasarkan laporan lapangan, sebanyak 17 orang menjalani perawatan medis di puskesmas, sementara dua korban lainnya dirujuk ke Manado untuk penanganan lanjutan.
Selain itu, data sementara mencatat 16 orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan lanjutan serta upaya penanganan darurat, termasuk pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.





