Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Internasional · 12 Des 2025 23:43 WITA ·

KJRI Davao Perkuat Peran Penghubung dan Pamong KPDI


KJRI Davao Perkuat Peran Penghubung dan Pamong KPDI Perbesar

Davao City, Sulutnews.com — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City terus memperkuat perannya sebagai penghubung dan pelindung Warga Negara Indonesia (WNI) di Filipina Selatan. Hal ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi bersama para Penghubung dan Pamong Kursus Pengetahuan Dasar Indonesia (KPDI) yang digelar pada 12 Desember 2025 di House of Indonesia, Davao City.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Agus Trenggono, dan bertujuan untuk memperkuat sinergi, komunikasi, serta koordinasi antara KJRI Davao City dengan para Penghubung dan Pamong KPDI, khususnya dalam mendukung pembinaan masyarakat Indonesia dan peningkatan perlindungan WNI di wilayah kerja KJRI Davao City.

Dalam sambutannya, Konjen RI Davao City Agus Trenggono menegaskan bahwa Penghubung dan Pamong KPDI merupakan garda terdepan KJRI dalam menjangkau dan melayani masyarakat Indonesia di Filipina Selatan.

“Penghubung dan Pamong KPDI adalah ujung tombak KJRI Davao City di lapangan. Peran mereka sangat strategis dalam penyampaian informasi, pembinaan kebangsaan, serta deteksi dini dan penanganan awal berbagai persoalan yang dihadapi WNI,” ujar Agus Trenggono.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif serta pelaporan yang cepat dan akurat guna mencegah kerentanan WNI dan memastikan setiap kasus dapat ditangani secara tepat.

“Dengan koordinasi yang solid, kita dapat memberikan perlindungan yang lebih optimal dan memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh seluruh WNI,” tambahnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas mekanisme pelaporan dan koordinasi terkait kondisi serta permasalahan WNI, upaya pencegahan kerentanan, dan penanganan awal kasus perlindungan. Para Pamong KPDI turut memaparkan perkembangan pelaksanaan kursus, tantangan di lapangan, serta usulan penguatan dan keberlanjutan program KPDI ke depan.

KJRI Davao City kembali menegaskan pentingnya program KPDI sebagai sarana pembinaan, pendidikan dasar kebangsaan, penguatan nasionalisme, serta peningkatan kesadaran hukum bagi masyarakat Indonesia di Filipina Selatan.

Rapat berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, serta diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret guna meningkatkan efektivitas koordinasi lintas fungsi, perlindungan WNI, dan optimalisasi pelaksanaan program KPDI secara berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh PF Protokol & Konsuler/HOC, PF Ekonomi, PF Pensosbud, Pranata Informasi Diplomatik, Staf Teknis Imigrasi, Staf Teknis Polri, Pa ILO TNI Tibanban, serta 18 Penghubung dan 9 Pamong KPDI.
(KJRI Davao City/Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 959 kali

Baca Lainnya

Bupati Paulus Henuk Sodorkan Sejumlah Proposal, Jalan Utama Jantung Kabupaten yang Terlantar Akhirnya Jadi Perhatian

30 Mei 2026 - 22:31 WITA

Stevano Rizki Adranacus: Kepedulian Anggota DPR RI, Menyalurkan Harapan Lewat Beasiswa bagi Ratusan Anak SLB Lobalain

30 Mei 2026 - 17:54 WITA

Bapa Dandim 1627 , Utusan Kasih Tuhan di Tengah Masyarakat Rote Ndao

29 Mei 2026 - 17:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Opini WTP Hasil Kerja Bersama Seluruh Unsur Pemerintah

27 Mei 2026 - 09:15 WITA

Wakil Bupati Rote Ndao Didampingi Hermanus Haning Serahkan Hewan Kurban Idul Adha 1447 H ke 11 Kecamatan

26 Mei 2026 - 14:45 WITA

Indonesia Perkuat Perlindungan Jemaah Haji dengan Arab Saudi

23 Mei 2026 - 23:50 WITA

Trending di Internasional