Sitaro.sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) akhirnya turun tangan menyikapi keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik dan tegangan tidak stabil yang terus terjadi di Pulau Siau dalam sebulan terakhir. Kondisi itu telah memukul aktivitas rumah tangga, pelaku usaha kecil, hingga merusak berbagai peralatan elektronik warga.
Langkah cepat dilakukan Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, yang pada Sabtu, 18/10/2025 melakukan audiensi langsung dengan General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, di Manado.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati mendesak PLN agar segera mengambil tindakan konkret untuk menstabilkan pasokan listrik di Pulau Siau serta memperbaiki fluktuasi tegangan yang selama ini menjadi sumber kerugian masyarakat.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat keresahan warga. Masalah listrik ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan layanan publik. Kami meminta PLN bergerak cepat agar pasokan dan tegangan listrik kembali normal,” tegas Bupati.
Sebelum pemerintah turun tangan, berbagai keluhan warga terus terdengar dari sejumlah wilayah, Loksi, warga Kecamatan Siau Timur, mengaku frustrasi akibat pemadaman yang berulang dan tegangan listrik yang tidak stabil.
“Hampir tiap hari mati lampu, kadang siang juga malam Listrik padam tanpa pemberitahuan. Kulkas rusak karena tegangan tidak stabil. Kita bayar listrik, Es batu untuk dijual kepada nelayan juga tidak mengeras,” keluhnya, Sabtu, 19/10/2025.
Keluhan serupa datang dari Noldi, pelaku usaha kecil yang kehilangan pendapatan karena kerusakan mesin pendingin miliknya.
“Mesin es saya rusak karena tegangan sering drop. Kalau terus seperti ini, usaha tidak bisa jalan. Ini sudah merugikan sekali,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sitaro meminta PLN segera melakukan penanganan jangka pendek dan menyiapkan langkah perbaikan jangka menengah.
Dalam audiensi, PLN menyatakan komitmen untuk:
- Menambah satu unit mesin genset cadangan di Pulau Siau sebagai solusi sementara.
- Melakukan perbaikan sistem guna menstabilkan tegangan listrik agar tidak lagi merusak peralatan warga.
- Menjalankan kerja sama jangka menengah melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara Pemda Sitaro dan PLN, di mana pemerintah daerah akan membantu penyediaan mesin, sementara PLN bertanggung jawab pada pengoperasian dan pemeliharaan.
- Melakukan survei peningkatan jam layanan listrik di Pulau Buhias, dari yang sebelumnya hanya 12 jam menjadi 24 jam penuh.
Meski langkah cepat telah diumumkan, warga berharap perbaikan kali ini bukan sekadar janji. Mereka menunggu perubahan nyata yang benar-benar terasa di lapangan.





