Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Jakarta · 14 Apr 2023 00:02 WITA ·

Heboh! Seorang Perempuan Mengamuk Di Raker Komisi 3 Dengan Kapolri


Foto. Tampak Petugas Pamdal DPR langsung mengamankan perempuan tersebut ke luar ruangan dan dibawa ke lantai dasar.
Perbesar

Foto. Tampak Petugas Pamdal DPR langsung mengamankan perempuan tersebut ke luar ruangan dan dibawa ke lantai dasar.

JAKARTA|SULUTNEWS.COM– SEORANG ibu sempat mengamuk di balkon ruang rapat Komisi Tiga DPR saat rapat dengan Kapolri tengah berlangsung, pada Rabu (12/4/2023) kemarin.

Kejadian tersebut terjadi saat Kapolri Listyo Sigit Prabowo hendak menjawab pertanyaan dari para anggota Komisi III DPR.

Teriakan histeris ibu yang belakangan diketahui bernama Drajat, melakukan interupsi dari balkon ruang rapat ketika Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa sedang berbicara.

Ternyata perempuan berhijab hijau itu menumpahkan kekecewaannya atas penanganan kasus investasi bodong Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI).

Dia mengaku telah merugi hingga miliaran rupiah. Serta telah mengklaim dirinya telah melapor ke Polres Kediri dan Polda Jawa Timur.’’ Namun sudah dua tahun kasusnya belum tuntas.

Setelah berteriak dan mengganggu persidangan, perempuan memakai kerudung hijau dan pakaian putih ini, langsung ditarik oleh Petugas Pamdal DPR ke luar ruangan dan dibawa ke lantai dasar.

“Minta tolong Pak Kapolri, laporan polisi kami sudah dua tahun Pak telah ada ribuan orang Pak. Ini investasi bodong korbannya ribuan Pak tetapi apa, Jalan di tempat. Astagfirullah,” kata perempuan itu.

Ia membeberkan, kasus ini memakan ribuan orang bahkan angka kerugian korban mencapai Rp500 miliar.

“Sudah dua tahun di Polres Kediri, Polres Madiun tidak ada penyelesaian. Jangan memaparkan yang manis-manis saja. Kami masyarakat yang membayar kalian. Mana keadilan,”ujarnya.

Merespons hal tersebut Kapolri memberi ruang untuk bertemu perempuan tersebut setelah sidang DPR. “Biar saja, nanti ketemu saya tidak masalah,” ucap Kapolri.

Menindaklanjuti laporan perkara yang belum tuntas itu.” Saat di Wawancarai Wartawan, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan pihaknya akan memanggil perempuan yang mengamuk tersebut.

Dia mengatakan pihaknya telah menampung laporan perkara soal investasi bodong melalui koperasi itu.

“Nanti kita akan temukan dengan tim sudah menangani kasus koperasi yang sudah berjalan. Kalau memang ada link ke sana kami akan segera tindaklanjuti,” ujar Komjen Pol Agus Andrianto.

Dia menambahkan korban perkara itu berasal dari beberapa provinsi seperti Jawa Barat hingga Jawa Timur.

(**/arp)

Artikel ini telah dibaca 535 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemilik Lahan di Kawasan Industri Garam Dukung Penuh Pembangunan K-SIGN Tahap Dua

13 Juni 2026 - 06:04 WITA

*Kolaborasi Inklusif Masyarakat Rote dalam Mendukung Program Strategis Nasional K-SIGN*

12 Juni 2026 - 16:18 WITA

Kolaborasi Bupati Rote Ndao dan Masyarakat Dukung Program Strategis Nasional K-SIGN

12 Juni 2026 - 16:10 WITA

Tanpa Kabar Menyapa Teman-teman : Isak Totu Mantan Wartawan TIMEX Telah Pergi Untuk Selamanya

12 Juni 2026 - 01:04 WITA

Disaksikan Wawaii Richard Sualang, Sintya Bojoh Kukuhkan Hut Kamrin Sebagai Ketua Pokja PWI Manado

12 Juni 2026 - 00:09 WITA

Dugaan Menipu Rp50 Juta: Andre Elim Akan Dilaporkan ke Pimpinan Daerah dan Kepolisian

11 Juni 2026 - 18:32 WITA

Trending di Entertainment