Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bitung · 10 Nov 2025 15:25 WITA ·

Pemkot Bitung Upacara Peringatan Hari Pahlawan


Foto : Wali Kota Bitung, Hengky Honandar. Sumber fb Perbesar

Foto : Wali Kota Bitung, Hengky Honandar. Sumber fb

Bitung, Sulutnews.com – Pemerintah Kota Bitung menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November. Senin(10/11/25).

Upacara ini berlangsung di halaman kantor Wali Kota Bitung, dan di hadiri oleh jajaran Pemkot Bitung dan seluruh unsur forkopimda.

Di kesempatan ini, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar bersama Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka di dampingi Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh dan Sekretaris TP PKK Kota Bitung, Ny. jacinta Marybell Maringka Gumolung

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar di kesempatan tersebut membacakan amanat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf

Dalam amanatnya di sampaikan, mengenang para pahlawan bangsa bukan sekedar menundukkan kepala, atas nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.

Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak,
mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.

Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit.

Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.

Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa.

Pertama, Kesabaran Para Pahlawan.

Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan.

Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.

Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.

Kedua, Semangat Untuk  Mengutamakan Kepentingan Bangsa Diatas Segalanya.

Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan,
tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan
penjajah.

Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.

Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.

Ketiga, Pandangan Jauh Ke Depan.

Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai.

Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam.

Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan. Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini.

Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian.

Namun semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial,
hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji,  bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia.

Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.

Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk
Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak dan berdampak.

Usai upacara, kemudian dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di dermaga Satrol Kodaeral VIII Bitung, sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

 

Artikel ini telah dibaca 1,025 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Kisah Anak SD yang Tiada di Nusa Tenggara Timur: Buku dan Bolpoin Bisa Dibeli Hari Ini, Tapi Nyawa Hilang Selamanya

6 Februari 2026 - 07:54 WITA

509 Prajurit Tamtama TNI AD Resmi Dilantik di Bitung

5 Februari 2026 - 01:35 WITA

Delegasi PWI Sulut Hadir di Retret HPN 2026

4 Februari 2026 - 08:51 WITA

Trending di Bitung
error: Content is protected !!