Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Hukrim · 8 Nov 2025 20:20 WITA ·

Dugaan Penggelapan Dana BOS Miliaran Rupiah Gegerkan Rote Ndao, Semua Kepala Sekolah Terancam Diperiksa!


Foto Ilustrasi Perbesar

Foto Ilustrasi

Rote Ndao, Sulutnews.com – Kasus dugaan penggelapan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai miliaran rupiah mengguncang Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Dugaan ini mencuat di seluruh Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut, memicu desakan agar seluruh kepala sekolah dan bendahara sekolah diperiksa secara intensif terkait pengelolaan dana BOS.

Informasi yang dihimpun mengindikasikan adanya laporan keuangan fiktif dan penyelewengan dana BOS yang terjadi sejak tahun 2021 hingga 2025. Hal ini menimbulkan kecurigaan serius terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan di Rote Ndao.

Menyikapi permasalahan ini, berbagai pihak mendesak Dinas Kependidikan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh SD dan SMP yang mengelola dana BOS.

“Pihak Dinas Kependidikan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao harus memeriksa setiap sekolah SD dan SMP yang mengelola Dana Bos,” tegas salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, terungkap pula bahwa kepala sekolah dan bendahara dana BOS diduga tidak pernah melibatkan guru dalam rapat untuk membahas kebutuhan siswa di kelas. Akibatnya, praktik pungutan liar terhadap siswa-siswi di SD maupun SMP menjadi semakin marak dan meresahkan.

“Kepala sekolah dan bendahara dana BOS tidak pernah melakukan rapat Guru untuk mengetahui kebutuhan siswa-siswi dalam kelas. Sehingga terjadinya pungutan liar dari siswa-siswi di semua SD maupun SMP, hal ini jangan dibiarkan berlarut-larut,” ungkap sumber tersebut.

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Bupati Rote Ndao diminta untuk segera membentuk tim independen yang bertugas khusus untuk memeriksa dan mengaudit pengelolaan anggaran dana BOS secara menyeluruh.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kependidikan Kabupaten Rote Ndao belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penyelewengan dana BOS yang terjadi di wilayahnya. Masyarakat Rote Ndao berharap agar kasus ini segera diusut tuntas dan para pelaku yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,409 kali

Baca Lainnya

Kejati NTT Diminta Usut Dugaan Kejanggalan Proyek Rehabilitasi Irigasi di Rote Ndao, Pekerja Mengaku Upah Belum Dibayar Rio Dan Beni Ballo Bagi Untung

24 Juli 2026 - 13:23 WITA

Mantan AKBP Achirudin Hasibuan Dilaporkan ke Polda Sumut Usai Aniyaya Wartawan

27 Juni 2026 - 21:39 WITA

Polres Asahan Amankan 9 Kg Sabu dan Dua Kurir Dibekuk

15 Juni 2026 - 23:51 WITA

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Trending di Internasional