Pulau Ndana, Sulutnews.com – Tragedi tenggelamnya kapal yang membawa wartawan Dance Henukh dan empat rekannya di perairan Pulau Penyuh pada Senin, 27 Oktober 2025, pukul 08.00 WITA, memicu respons cepat dari Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H. Ombak besar yang datang tiba-tiba menjadi penyebab utama insiden yang terjadi di wilayah perairan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur ini.
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Paulus Henuk segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan material kepada para korban. “Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana, nanti diberikan bantuan secara kemanusiaan dan material,” ujarnya.
Kelima penumpang kapal yang selamat adalah Dance Henukh, Johni Rebo, Jekson Henukh, Alden Mesah, dan Fredik Henukh. Meskipun selamat, mereka mengalami kerugian материаль yang cukup signifikan. Beberapa barang berharga seperti handphone (Oppo A50, Vivo, dan Redmi), kompor Hock, mesin kapal, baling-baling kapal, perahu, as bengkok, serta barang bawaan seperti pakaian, tali senar pancing, umpan tokoh, alat panah ikan, tali jangkar, dan pukat hanyut atau rusak akibat kejadian tersebut.
Menurut kronologi yang disampaikan oleh Dance Henukh, kapal mereka tiba-tiba dihantam ombak besar hingga terbalik dan tenggelam dengan cepat. Beruntung, mereka berhasil menyelamatkan diri dan segera mencari pertolongan.
“Sesampainya di bibir pantai, kami langsung meminta bantuan kepada Danlanal Pulau Rote, Letkol Laut (P) Lutfi Andriansyah, S.T., M.Tr.Opsla. Melalui Personil Lanal Pulau Rote yang satgas Ngepos di Posal Pulau Ndana, dua personil turut serta membantu evakuasi korban perahu tenggelam bersama Satgas Marinir Pam Puter Pulau Ndana,” jelas Dance Henukh.
Respons cepat dari tim Marinir Pulau Ndana, yang berkoordinasi dengan Lanal Pulau Rote, sangat membantu dalam proses evakuasi. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa. Setelah dievakuasi, para korban dibawa ke Kantor Satgas Marinir Pulau Ndana untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Kondisi mereka dilaporkan stabil setelah mendapatkan pertolongan pertama.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaut, tentang pentingnya kewaspadaan dan persiapan yang matang sebelum berlayar. Kondisi perairan yang tidak dapat diprediksi, terutama potensi ombak besar, harus menjadi perhatian utama demi keselamatan jiwa.
Respons cepat dari Bupati Rote Ndao dan tim penyelamat patut diapresiasi. Tindakan sigap dalam memberikan bantuan dan evakuasi menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari musibah. Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan aktivitas di laut.
Reporter: Alden Mesah





